SINERGI 2021, Volume 19 (2): 150-154 DOI : http://dx.doi.org/10.31963/sinergi.v19i2.3006 Rancang Bangun Alat Bantu Panjat Pohon Kelapa Baso Nasrullah 1* , Syaharuddin Rasyid 2 , Muh. Rachmat Fajrin 3 dan Arwandis 4 1,2,3,4 Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Makassar 90245, Indonesia * email: basonasrullah@poliupg.ac.id Abstract: The design of coconut tree climbing aids purposes to make it easier and provide a sense of security to climb trees even though they do not have climbing skills. This tool uses a 2024 series hollow aluminum material which has a maximum tensile strength of 302 MPa which is able to withstand a force of 7097Nmm which is greater than the maximum force that occurs which is 2000Nmm. This material has the ability to withstand a moment of 450.282Nmm greater than the moment that occurs of 100,000 Nmm, so the operator is safe without worry breaking. The testing of this tool has been proven to make it easier for humans who do not have climbing skills to a height of 6 m while those who have skills to climb coconut trees without tools can only reach a height of 3 m. this is because climbers who have skills still feel awkward using coconut tree climbing aids. So it can be concluded that this climbing aid is safe and even people who do not have climbing skills can climb coconut trees safely. Keywords: Climbing Aids; Coconut; Aluminum; Safety Abstrak: Rancang bangun alat bantu panjat pohon kelapa bertujuan untuk memudahkan dan memberi rasa aman untuk memanjat pohon meski tidak memiliki skill memanjat. Alat bantu ini menggunakan material aluminium hollow seri 2024 yang memiliki kekuatan tarik maksimum mencapai 302 MPa yang mampu menahan Gaya sebesar 7097Nmm lebih besar dari gaya maksimum yang terjadi yaitu sebesar 2000Nmm. Bahan ini memiliki kemampuan menahan momen sebesar 450.282Nmm lebih besar dari momen yang terjadi sebesar 100.000 Nmm, maka operator aman tanpa khawatir patah. pengujian alat bantu ini terbukti dapat memudahkan manusia yang tidak memiliki skill memanjat dengan ketinggian 6 m sedangkan yang memiliki skill memanjat pohon kelapa tanpa alat bantu hanya dapat mencapai ketinggian 3 m. Hal ini disebabkan pemanjat yang memiliki skill masih merasa canggung menggunakan alat bantu panjat pohon kelapa. Jadi dapat disimpulkan alat bantu panjat ini sudah aman dan orang yang tidak mimiliki skill memanjatpun dapat memanjat pohon kelapa dengan aman. Kata kunci : Alat Bantu Panjat; Pohon Kelapa; Aluminium; Keamanan I. PENDAHULUAN Beratnya resiko kerja bagi pemanjat pohon kelapa tidak tanggung-tanggung, resiko cedera berat hingga kematian yang harus dipikul setiap melakukan panjat pohon. Dalam kurun waktu setahun, sedikitnya 30 penyadap kelapa jatuh dari pohon kelapa saat bekerja. Memanjat pohon kelapa mempunyai resiko yang besar karena pohon kelapa yang dipanjat mencapai puluhan meter [1]. Data tahun 2014 lalu, menunjukan angka risiko kecelakaan kerja di sektor ini cukup tinggi. Bahkan, angka tersebut yang berhasil terdata, sedangkan yang belum kemungkinan jumlahnya lebih banyak. kecelakaan kerja para penderes nira ini umumnya terjadi di musim penghujan, sehingga perlunya perhatian lebih terkait angka kecelakaan tinggi dan pemberian santunan kecelakaan yang belum merata, serta penerapan teknologi keselamatan masih dalam uji coba [2]. Terdapat beberapa teknik memanjat pohon kelapa secara tradisional, yaitu: 1. Memanjat menggunkan kain yang dilingkarkan pada kedua kaki. Teknik ini bisa dikatakan masih berat bagi orang-orang tertentu karena membutuhkan kekuatan mencengkram yang besar dan kestabilan tubuh dalam bergerak. 2. Pohon kelapa diberi takikan secara selang-seling. Teknik seperti ini hampir sama dengan teknik pada no1. Akan tetapi teknik seperti ini rentan akan slip yang dialami pemanjat.