Prosiding Sendimas VI Tahun 2021 p-ISSN : 2451-559X e-ISSN : 2451-3805 379 Konflik dan Negosiasi Ruang Sosial pada Pemodelan Masterplan Desa Wisata Gregorius Sri Wuryanto #1 , Eka Adhi Wibowo *2 # Magister Arsitektur, Fakultas Arsitektur Dan Desain, Universitas Kristen Duta Wacana Jl. Dr. Wahidin Sudirohusoda 5-25, Yogyakarta 1 greg@staff.ukdw.ac.id * Akuntansi, Fakultas Bisnis, Universitas Kristen Duta Wacana Jl. Dr. Wahidin Sudirohusoda 5-25, Yogyakarta 2 ekaadhiw@staff.ukdw.ac.id AbstrakTransformasi desa menjadi sebuah ruang hidup yang berdaya ungkit secara sosial ekonomi melalui kreativitas warganya menjadikan program pemberdayaan desa menemukan pijakan pilihan strategi pembangunan dalam beragam tema. Formasi Desa Wisata menjadi salah satu model mutakhir yang banyak direplikasi baik konsep maupun aktivitas program pemberdayaannya. Kajian pemodelan masterplan Desa Wisata Alam dan Budaya di Dusun Tegal Balong, Desa Bimo Martani, Kapanewon Ngemplak Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam studi kasus tulisan ini akan menyoroti temuan konflik dan negosiasi ruang yang terjadi selama proses penyusunannya. Instrumen analisis kualitatif terhadap proses transformasi ruang sosial melibatkan tiga variabel: (1) peran aktor/agen transformasi; (2) pola produksi dan konsumsi ruang sosial; dan (3) konflik dan negosiasi ruang sosial. Proses desain masterplan yang dilakukan dengan metode partisipatif ini membuka ruang pembelajaran bagi pengembangan kompetensi masyarakat dalam tata kelola inisiatif, manajemen konflik, dan model kerja teamwork yang bersifat kolektif kolegial. Kajian pemodelan masterplan Desa Wisata Alam dan Budaya ini secara kritis akan merekonstruksi ruang sosial sebagai sebuah ruang kreatif komunal bagi pengembangan ekonomi kreatif komunitas desa yang berdaya saing. Kata kunciekonomi kreatif desa, konflik dan negosiasi, pemodelan masterplan desa wisata, ruang kreatif, transformasi ruang sosial AbstractThe transformation of the village into a living habitat which is socio-economically leveraged through the creativity of its citizens makes the village empowerment program find a certain foothold in the various themes of development strategies. The Desa Wisata (Tourism based Village) formation is one of the current models that is widely replicated in both the concept and activities of its empowerment program. The study of modeling the Desa Wisata Alam dan Budaya (Natural and Cultural based Tourism Village) master plan in Dukuh Tegal Balong, Desa Bimo Martani, Kapanewon Ngemplak, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta in this case study will highlight the findings of conflicts and spatial negotiations that occurred during the designing process. The applied qualitative tools of analysis on the social space transformation processes would involves three variables: (1) the role of the actor/agent of transformation; (2) patterns of production and consumption of social space; and (3) conflict and negotiation of social space. The master plan design process, which was carried out using the participatory method, has opened up a learning space for the development of community competencies in initiatives governance, conflicts management, and collaborative collective teamwork work models. Analytical studies of Masterplan modeling of the Desa Wisata Alam dan Budaya will critically reconstruct the social space as a communal creative space. Hopefully, by this masterplan modelling, it will transform Dusun Tegal Balong into a competitive and creative village . Keywordscreative economy, spatial conflict and negotiation, masterplan modelling of tourism based village, creative space, social space transformation. I. PENDAHULUAN Penyusunan pemodelan masterplan Desa Wisata Alam dan Budaya di Dusun Tegal Balong, Desa Bimo Martani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini dilalui dengan beberapa proses interaksi yang menghasilkan dinamika kesepakatan dan ketidaksepakatan. Interaksi sosial di dalam forum diskusi itu sendiri telah memroduksi sebuah ruang sosial baru yang melibatkan penulis sebagai peneliti yang menjadi salah satu aktor interaksi pada bentukan ruang sosial baru tersebut. Di