Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan p-ISSN: 1411-2779, e-ISSN: 2686-1283 This is an open access article under CC-BY-SA license (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) Available online at Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/dakwah Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan, 22 (2), 2018, 199-216 Fenomena Tarekat di Zaman Now: Telaah atas Ajaran dan Amalan TQN Suryalaya Asep Usman Ismail UIN Syarif Hidayatullah Jakarta asep.usman@uinjkt.ac.id Abstraks: Tarekat merupakan anak kandung tasawuf amali. Secara harfiah tarekat berasal dari kata al-tharîqah yang berarti cara, jalan atau metodologi. Dalam tasawuf tarekat adalah cara, jalan atau metodologi guna mencapai tujuan tasawuf, yaitu kesucian jiwa, kedekatan diri dengan Allah dan merasakan kehadiran-Nya. Tasawuf amali dibangun di atas prinsip “ilmu amaliah, amal ilmiah” yang biasanya dipraktekkan dengan mengikuti tarekat di bawah bimbingan seorang mursyid. Pembahasan tentang tarekat bisa dilihat dari lima aspek yang berikut: Pertama, tarekat ditinjau dari segi etimologi. Kedua, tarekat sebagai peringkat penghayatan keislaman kaum Muslimin. Ketiga, tarekat sebagai jalan, cara metode yang dilakukan para sufi dalam menyucikan jiwa, mendekatkan diri kepada Allah dan merasakan kehadiran-Nya di dalam kalbu. Keempat, tarekat sebagai metode psikologis yang dilakukan mursyid dalam membimbing murid-muridnya guna merasakan dzikir kalbu. Kelima, tarekat sebagai organisasi para pengamal tasawuf di bawah kepemimpinan seorang mursyid. Kata Kunci: Tarekat, Amalan Permalink/DOI: http://doi.org/10.15408/dakwahv22i1.12068 Pendahuluan Pengertian dan Perkembangan Tarekat merupakan anak kandung tasawuf amali. Secara harfiah tarekat berasal dari kata al- tharîqah yang berarti cara, jalan atau metodologi. Dalam tasawuf tarekat adalah cara, jalan atau metodologi guna mencapai tujuan tasawuf, yaitu kesucian jiwa, kedekatan diri dengan Allah dan merasakan kehadiran-Nya. Tasawuf amali dibangun di atas prinsip “ilmu amaliah, amal ilmiah” yang biasanya dipraktekkan dengan mengikuti tarekat di bawah bimbingan seorang mursyid. Pembahasan tentang tarekat bisa dilihat dari lima aspek yang berikut: Pertama, tarekat ditinjau dari segi etimologi. Kedua, tarekat sebagai peringkat penghayatan keislaman kaum Muslimin. Ketiga, tarekat sebagai jalan, cara metode yang dilakukan para sufi dalam menyucikan jiwa, mendekatkan diri kepada Allah dan merasakan kehadiran-Nya di dalam kalbu. Keempat, tarekat sebagai metode psikologis yang dilakukan mursyid dalam membimbing murid-muridnya guna merasakan dzikir kalbu. Kelima, tarekat sebagai organisasi para pengamal tasawuf di bawah kepemimpinan seorang mursyid. Pertama, secara etimoligi. Menurut Ibn Manzhur, tarekat secara etimologi berasal dari bahasa Arab yang dapat diringkaskan sebagai berikut: (1) berasal dari kata al-tharq (th-r-q) yang berarti garis di bumi atau garis pada suatu apa pun. (2) berasal dari kata al-tharîqah yang berarti al-sîrah, perjalanan hidup atau biografi; (3) berasal dari al-tharîqah yang berarti al-madzhab,