Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Vol. 4 (1): 37-54 DOI: https://doi.org/10.29244/jskpm.4.1.37-54 Copyright ã 2020 Departemen SKPM - IPB http://ejournal.skpm.ipb.ac.id/index.php/jskpm ISSN: 2338-8021; E-ISSN: 2338-8269 Februari 2020 - 37 MANFAAT BADAN USAHA MILIK DESA DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT LAPISAN BAWAH (Studi di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah) Village-owned Enterprise (BUMDes) and Bottom-layer Community Welfare Kholilah Dzati Izzah 1) , Lala M Kolopaking 1) 1) Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Darmaga Bogor 16680, Indonesia E-mail: Kholilah.izzah6@gmail.com; lalako@apps.ipb.ac.id ABSTRACT The shifting of paradigmn village development pushed government to establish the village economy through the Village- owned Enterprise (BUMDes). BUMDes has two main functions, namely as economic institution and social institution. The existance of BUMDes in Ponggok Village is expected to increase community’s welfare and to reduce poverty through utilizing local resources in the village. Objectives of this research are 1) to identify household’s welfare level of Ponggok Village; 2) to identify benefits of BUMDes Tirta Mandiri; and 3) to analyze the correlation between benefits of BUMDes to household’s welfare level. This research used quantitative approach supported with qualitative data. The result indicated a significant correlation between benefits of BUMDes Tirta Mandiri to household’s welfare level. Keywords : BUMDes, economy, social, welfare, household ABSTRAK Pergeseran paradigma mengenai desa menjadi semangat pemerintah dalam menumbuhkan kembali perekonomian desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Badan usaha milik desa memiliki dua peran utama, yaitu sebagai institusi ekonomi sekaligus intitusi sosial. Kehadiran BUMDes Tirta Mandiri di Desa Ponggok diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi tingkat kesejahteraan rumah tangga masyarakat Desa Ponggok berdasarkan mata pencaharian utama kepala keluarga; 2) mengidentifikasi bentuk-bentuk manfaat ekonomi dan sosial dari BUMDes Tirta Mandiri; dan 3) menganalisis hubungan tingkat manfaat ekonomi dan sosial BUMDes Tirta Mandiri dengan tingkat kesejahteraan rumah tangga. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara manfaat BUMDes Tirta Mandiri dengan tingkat kesejahteraan rumah tangga masyarakat Desa Ponggok. Kata Kunci : BUMDes, ekonomi, sosial, kesejahteraan, rumah tangga PENDAHULUAN Upaya menggerakkan ekonomi desa telah dilakukan oleh pemerintah dari masa ke masa. Hal ini wajar mengingat jumlah penduduk miskin yang hidup di pedesaan selalu lebih tinggi dibanding masyarakat miskin yang hidup di perkotaan. Badan Pusat Statistik mencatat, pada Maret 2019 jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 25,14 juta jiwa dan 60 persennya merupakan masyarakat pedesaan. Kondisi ini menggambarkan bahwa sumber-sumber daya yang ada di desa belum terkelola dengan baik, sehingga urbanisasi masih menjadi daya tarik bagi penduduk desa (Pattiro 2016). Kota-kota besar hampir selalu ‘menampung’ pendatang baru pada momen-momen tertentu, misalnya setelah lebaran dan tahun baru. Citra kota sebagai sentra penyedia lapangan kerja masih melekat pada sebagian besar masyarakat pedesaan. Meski tidak sepenuhnya salah, arus urbanisasi tetap mendorong terciptanya masyarakat miskin baru di perkotaan yang hidup di pinggiran-pinggiran kota. Tanpa bekal keterampilan dan rendahnya kualitas sumber daya manusia yang dimiliki, membuat para pendatang baru tersebut tidak dapat bersaing dan berakhir menjadi masalah baru bagi perkotaan. Padahal, dengan potensi dan sumber daya yang ada, desa menjadi pondasi dari pembangunan nasional.