JIUBJ Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(3), Oktober 2020, 856-861 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat universitas Batanghari Jambi ISSN 1411-8939 (Online), ISSN 2549-4236 (Print) DOI 10.33087/jiubj.v20i3.1029 856 Pengaruh Debt to Equity Ratio, Current Ratio, dan Total Asset Turnover terhadap Return on Equity pada Perusahaan Consumer Goods Industry Indah Astry Wahyuni Sagala 1* , Cathrine J Pane 2 , Evrina Yolanda 3 , Ningsih Firda Yanti 4 , Maya Sabirina Panggabean 5 1,2,3,4,5 Jurusan Manajemen Keuangan, Fakultas Ekonomi, Universitas Prima Indonesia * Correspondence email: indahsagala1010@gmail.com Abstract. Debts to Equty, Current Ratio, and Total Turnover of Assets to Return On Equity in the Consumer Goods Industry Company that were found on the Indonesia Stock Exchange for the period 2013-2018. This study uses a sample of 19 Consumer Goods Industry companies that were found on the Indonesia Stock Exchange in the period 2013-2018. This research is quantitative research. The data used are secondary data obtained from the site www.Idx.co.id. The sampling method is Purposive Sampling. Data analysis method used is multiple linear testing. The results showed that the Debt to Equity was insignificant to Return on Capital, the current ratio was calculated partially and significantly to Return on Capital and Total Asset Turnover was not partially related and not significant to Return on Capital. Meanwhile, all independent variables in this study support Return on Equity. Keywords: Debt to equity ratio; Current ratio; Total asset trunover; Return on equity PENDAHULUAN Perkembangan Teknologi saat ini menuntut setiap perusahaan untuk mengembangkan produknya melalui pengembangkan produk yang ada maupun menciptakan yang baru tentu membutuhkan modal yang cukup besar. Berkat teknologi mempermudah pihak perusahaan memperkenalan produk kepada konsumen baik itu konsumen lokal maupun internasional, memperkenalkan produk ke pasar internasional salah satu strategi untuk menarik investor untuk ikut serta menginvestasikan dananya kepada perusahaan.Tentu dengan banyak pertimbangan lainnya,investor harus lebih selektif memilih perusahaan yang tepat untuk melihat bagaimana nasib bisnis tersebut kedepannya.Oleh karena itu,pihak perusahaan harus memiliki kemampuan untuk menarik investor agar mau berinvestasi di perusahaannya,salah satunya dengan meyakinkan investor dengan laporan keuangan perusahaan yang stabil.Peran investor dalam pengembangan perusahaan sangatlah penting,dana dari investor dapat digunakan untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar yang dimana kita ketahui keuntungan atau laba tujuan utama dalam sebuah perusahaan. Perusahaan Consumer Goods Industry bergerak dibidang makan dan minuman yang salah satu sektor perusahaan yang memiliki prospek yang bagus dan tahan terhadap krisis karena produk perusahaan Consumer Goods Industry tersebut merupakan kebutuhan sehari hari yang diperlukan masyarakat yang dimana penjualan dan profit yang diterima oleh perusahaan akan meningkat dan stabil sehingga investor lebih tertarik untuk berinvestasi dengan sektor tersebut.Ketidakstabilan kinerja perusahaan dapat diukur dari laporan keuangan perusahaan itu sendiri salah satunya diukur mrnggunakan rasio-rasio keuangan,rasio Profitabilitas adalah salah satu rasio yang paling diperhatikan oleh investor karena semakin meningkatnya Return On Equity (ROE) sangat berpengaruh terhadap investasi dalam perusahaan dengan Return On Equity (ROE) yang selalu meningkat bisa dikatakan bahwa perusahaan itu mempunyai kinerja yang baik sehingga para calon investor tertarik untuk menanamkan modal (Fajri et al, 2017). Salah satu perusahaan sektor Consumer Goods Industry yang mengalami permasalahan pada laba bersih yaitu PT.Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sepanjang semester I 2018 menurun 12,7 persen menjadi 1,96 triliun rupiah dari periode sebelumnya 2,24 triliun rupiah sedangkan penjualan neto naik satu persen menjadi 36 triliun rupiah dibanding periode tahun sebelumnya 35,65 triliun rupiah,Laba bersih menurun dikarenakan meningkatnya hutang perusahaan dari 673 miliar rupiah menjadi 1,12 triliun rupiah. Adapun beberapa penilitian mengkaji variabel yang sama dalam penelitian ini terhadap Return On Equity (ROE),hasil penelitan dari Adama Fajri et al (2017) menjelaskan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity (ROE).sedangkan hasil penelitian Adityo Joko Pratomo (2017) menyatakan bahwa Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity(ROE. Menurut penelitian Asyifa Yandra Destari dan Hendratno (2019) menyatakan bahwa Current ratio (CR) tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity (ROE) yang mana bertentangan dengan hasil penelitian M. Firza Alpi (2018) menyatakan Current ratio (CR) berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity (ROE). Dalam penelitiannya Eka Dila Dahlia (2017) menyatakan bahwa Total Asset Turnover (TATO) berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity (ROE).Tetapi hasil penelitian Sarikadarwati dan Nina