141 Jurnal Psikologi, Volume 15 Nomor 2, Desember 2019 Artikel INFO Diterima:16 Juli 2019 Direvisi : 27 Nov 2019 Disetujui: 5 Des 2019 DOI: http://dx.doi.org/10.24014/ jp.v14i2.7413 Properti Psikometrik dan Struktur Skala Kemalasan Sosial (Social Loafng) pada Mahasiswa Ivan Muhammad Agung, Rita Susanti, Rawdhatul Fitri Yunis Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau email:ivan. agung@uin-suska.ac.idmang@uin .Abstrak Kemalasan sosial merupakan salah satu tema yang banyak dibahas dalam konteks Psikologi kelompok. Kemalasan sosial berperan penting dalam menentukan kualitas kinerja kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan struktur skala kemalasan sosial dan menguji reliabilitas pengukuran. Alat ukur yang digunakan skala kemalasan sosial yang dimodifkasi dari skala George, (1992). Penelitian dilakukan pada 210 mahasiswa. Hasil penelitian dengan analisisi faktor eksplaratori terbentuk 4 komponen, yaitu persepsi atas usaha, mengurangi usaha, membiarkan orang lain melakukan lebih dan mengandalkan orang lain.Secara umum skala ini memiliki reliabitas (alpha) yang baik secara psikometrik. Hasil dan implikasi penelitian akan dibahas dalam artikel ini. Kata kunci: kemalasan sosial, analisis faktor, mahasiswa Psychometric Properties and Structure of Social Loafng Scale on Undergraduate Student Abstract Social loafng is one of the themes that is widely discussed in the context of group psychology. Social loafng plays an important role in determining the quality of group performance. This study aims to fnd the scale structure of social loafng and test the reliability of measurements. The measuring instrument used was a scale of social loafng scale modifed from the George, (1992). The study was conducted on 210 students. The results of the study with an exploratory factor analysis formed 4 components, namely perception of effort, reducing effort, letting others do more and relying on others. In general, this scale has a good psychometric reliability (alpha). The results and implications of the study will be discussed in this article Keywords: social loafng, factor analysis, undergraduate student Pendahuluan Bekerja dalam kelompok menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. Bekerja dalam kelompok dapat mempercepat dan mempermudah dalam penyelesaian tugas, serta meningkatkan kualitas kerja kelompok. Namun demikian bekerja dalam kelompok tidak semua dapat berjalan dengan baik, terkadang ada dapat menimbulkan konfik atau perselisihan karena ketidakjelasan tugas atau kotribusinya yang tidak seimbang pada anggota kelompok. Individu mengerjakan tugas tidak maksimal atau mengurangi usaha ketika bekerja dalam kelompok dibanding bekerja sendiri biasa disebut dengan kemalasan sosial (social loafng) (George, 1992; Karau, & Williams, 1993) Kemalasan sosial merupakan salah satu isu penting yang banyak dibahas dalam penelitian psikologi kelompok. Kemalasan sosial berimplikasi pada kinerja kelompok. Chidambaram dan Tung (2005) menyebutkan bahwa kemalasan sosial merupakan sebuah fenomena yang merugikan bagi kelompok karena mengurangi performa atau kinerja dalam melaksanakan tugas dan menghalangi kesejahteraan kelompok (Jassawalla, Sashittal, & Malshe, 2009). Penelitian Mulvey, dan Klein, (1998) menunjukkan bahwa kemalasan sosial mempengaruhi proses kelompok (tujuan dan komitmen) dan kinerja kelompok. Dalam konteks pembelajaran, kemalasan sosial dapat terjadi pada pengerjaan tugas kelompok. ketika seseorang melakukan kemalasan sosial sebenarnya ia menghambat dirinya sendiri dalam mencapai sasaran-sasaran pembelajaran yang seharusnya ia pelajari dan kontribusikan selama proses pengerjaan tugas kelompok (Zahra, dkk, 2015).