Yunika Susila Kurnianingsih dan Nugroho Trisnu Brata/ Solidarity 4 (1) (2015) SOLIDARITY 4 (1) (2015) SOLIDARITY http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/solidarity TRADISI NGENGER DALAM KONTEKS BRIDE SERVICE PADA MASYARAKAT JAWA DI DESA BOTORECO KECAMATAN KUNDURAN KABUPATEN BLORA Yunika Susila Kurnianingsih & Nugroho Trisnu Brata yunikakurnia@yahoo.co.id Jurusan Sosiologi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang, Indonesia Info Artikel ________________ Sejarah Artikel: Diterima April 2015 Disetujui Mei 2015 Dipublikasikan Juni 2015 ________________ Keywords: bride service, ngenger, perubahan, tradisi. ____________________ Abstrak ___________________________________________________________________ Tradisi ngenger seperti halnya bride service merupakan tradisi yang dilakukan dengan cara pelaku ngenger mengabdi di rumah calon mertuanya selama beberapa waktu. Pelaku ngenger adalah calon pengantin laki-laki atau perempuan di Desa Botoreco Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora yang berbeda dengan bride service di daerah lain yang hanya dilakukan oleh calon pengantin laki-laki saja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi pada informan yang terdiri dari pelaku ngenger, calon istri atau suami, penerima ngenger, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat. Analisis dilakukan reduksi data, display data, pengambilan keputusan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan 1) tradisi ngenger masih dilakukan karena tujuan tradisi ngenger yang baik sebagai persiapan calon pengantin ke tahap perkawinan yaitu mengenai memahami adab berumah tangga, mengenal calon pasangan dan calon mertuanya, menunjukkan kesetiaan, berinteraksi dengan masyarakat, dan meneruskan sistem pertanian, serta 2) perubahan tradisi ngenger dipengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan, mata pencaharian dan agama sehingga tradisi tersebut berubah mengikuti perkembangan zaman. Abstract ___________________________________________________________________ Ngenger tradition as bride service is the ngenger actors serve in ngenger receiver house. Ngenger actor is husband or wife future. Research to examine ngenger tradition was conducted in Desa Botoreco Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora. It’s unequal bride service in other place. This is a descriptive qualitative research method. Data collecting technique with observation, interview and documentation from informants consisting of ngenger actor, future wife or husband, ngenger receiver, rural goverment, and village elders. Data analysis performed data reduction, data display, decision-making and verification. Based on the research result, it shows that 1) ngenger tradition performed for many good goals ngenger tradition to prepare the marriage stage about to understand household culture, to know her or his couple and parents-in law future, to show loyalty, to social interact, and to continue agriculture system and 2) ngenger tradition can change influenced the science development, livelihood and religion, so that the tradition can change. © 2015 Universitas Negeri Semarang Alamat korespondensi: Gedung C7 Lantai 1 FIS Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229 E-mail: unnessosant@gmail.com ISSN 2252-7133