88 Pembangunan Perikanan Skala Kecil Melalui Pendekatan Mata Pencaharian Berkelanjutan Belvi Vatria Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan, Politeknik Negeri Pontianak Jalan Ahmad Yani Pontianak, Indonesia 78124 Email: belvi189@gmail.com Abstract: Since ancient times, small-scale fishing communities have always attracted attention to study because small-scale fisheries have an important role in human well-being and sustainable development. To ensure the sustainability of small-scale fisheries, the development will be more effective if it focuses on strengthening livelihoods. The purpose of this study was to conduct a literature review on small-scale fisheries development through a sustainable livelihood approach. This research method is literature study through descriptive analysis by regularly describing various data that has been obtained and then synthesized so as to produce clear and easy to understand understandings and concepts. The research found that the sustainable livelihoods approach should basically be understood as a tool or checklist for understanding poverty, how the government responds to the poor, and how the poor perceive their own poverty. The core concepts of the sustainable livelihoods approach are; people-centered, holistic, dynamic, building on strengths, macro-micro links, sustainability. This study also found that there are ten main ideas that represent a sustainable livelihood framework, namely; the context of vulnerability, livelihood assets, human capital, social capital, natural capital, physical capital, financial capital, the transformation of structures and processes, livelihood strategies, and livelihood outcomes. Key words: development, fisheries, livelihoods, management, sustainability Posisi strategis perikanan skala kecil telah mendorong komunitas internasional untuk mengkaji pada beberapa kesempatan isu-isu yang terkait dengan komunitas nelayan skala kecil, termasuk profil rendah mereka dalam kebijakan nasional dan kondisi kehidupan nelayan yang rentan (FAO 2007). Hal ini merekomendasikan strategi praktis untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan untuk mata pencaharian perikanan yang lebih baik dan meningkatkan kontribusi sektor ini untuk pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan (COFI 2016). Data statistik perikanan FAO mencatat produksi perikanan dunia terus tumbuh dan mencapai 170.9 juta ton pada tahun 2016 (FAO 2018a). Dari total ini produksi penangkapan ikan mencapai 90.9 juta ton, dengan 79.3 juta ton yang dihasilkan dari perairan laut dan 11,6 juta ton dari perairan daratan (COFI 2018). Sementara itu, perikanan tangkap skala kecil telah menyumbang sekitar 40 persen dari tangkapan ikan dunia (Kalikoski dan Franz 2014). Indonesia menjadi negara kedua setelah Cina yang berkontribusi paling besar pada produksi perikanan dunia pada tahun 2016 (FAO 2018a). Produksi perikanan Indonesia pada tahun 2014 mencapai 20.72 juta ton dan terus tumbuh sebesar 23.19 juta ton dengan nilai produksi Rp384.5 trilyun pada tahun 2017. Lebih jauh, produksi perikanan tangkap laut terus meningkat dalam 10 tahun terakhir dari jumlah produksi 4.7 juta ton pada tahun 2007 menjadi sebesar 6.6 juta ton pada tahun 2017 dengan nilai produksi sekitar Rp184.6 trilyun.