82 p-ISSN: 2355 - 1739 e-ISSN: 2407 - 6295 BELAJAR MENURUT PERSPEKTIF AL-QUR’AN Fakhrul Rijal Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh Surel : sandisilvia16@yahoo.com Abstract : Learning Perspective Qur'an. The research objective was to describe the perspective of learning the Qur'an. Data were collected and analyzed descriptively. Discussion of research shows that it is understood that Islam actually pay attention to the importance of science as well as the urgency of studying the science. It is widely discussed in the al-Quran and al-Hadith. Even in the teaching of Islam is believed that, the learner will have the knowledge that will be useful for the sake of living in the world, as well as the provision for success in life in the hereafter. Keywords : Learning, Perspective Qur'an Abstrak : Belajar Menurut Perspektif Al-Qur’an. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan belajar menurut perspektif Al-Qur‟an. Data dikumpulkan dan dianalisis secara deskriptif. Pembahasan dalam penelitian menunjukkan bahwa dapat dipahami bahwa Islam benar-benar memperhatikan pentingnya ilmu pengetahuan serta urgensi mempelajari ilmu pengetahuan tersebut. Hal ini banyak dibicarakan di dalam al-Qur‟an dan al-Hadith. Bahkan di dalam ajaran Islam diyakini bahwasanya, orang yang belajar akan memiliki ilmu yang nantinya akan berguna untuk kepentingan hidup di dunia, serta bekal untuk keberhasilan hidup di akhirat kelak. Kata kunci : Belajar, Perspektif Al-Qur‟an PENDAHULUAN Islam memotivasi pemeluknya untuk selalu meningkatkan kualitas keilmuan dan pengetahuan, tua atau muda, pria atau wanita, miskin atau kaya mendapatkan porsi sama dalam pandangan Islam dalam kewajiban untuk menuntut ilmu (pendidikan). Bukan hanya pengetahuan yang terkait urusan akhirat saja yang ditekankan oleh Islam, melainkan pengetahuan yang terkait dengan urusan dunia juga. Karena tidak mungkin manusia mencapai kebahagiaan hari kelak tanpa melalui jalan kehidupan dunia ini. Imam Syafi‟I mengatakan bahwa ilmu adalah kunci penting untuk urusan dunia dan akhirat. Sebagaimana perkataan Imam Syafi‟I: “Barangsiapa menginginkan dunia, maka harus dengan ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat, maka harus dengan ilmu. Dan barangsiapa menginginkan keduanya, maka harus dengan ilmu”. Pengetahuan ukhrawi adalah berbagai pengetahuan yang mendukung terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan hidup manusia kelak di akhirat. Pengetahuan ini meliputi berbagai pengetahuan tentang perbaikan pola perilaku manusia yang meliputi pola interaksi manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Allah. Pengetahuan duniawi tidak dapat diabaikan begitu saja, karena sulit bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan hari kelak tanpa melalui kehidupan dunia ini yang mana dalam menjalani kehidupan dunia ini pun harus mengetahui ilmunya. Demikian halnya dengan pengetahuan agama (ukhrawi), manusia tanpa pengetahuan agama niscaya kehidupannya akan menjadi hampa tanpa tujuan. Karena