581 Eksplorasi Penggunaan Thinking Maps untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Fluida Statis Utari Dwi Putri 1 , Parno 1 , Edi Supriana 1 1 Pendidikan Fisika-Pascasarjana Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 01-03-2018 Disetujui: 11-05-2018 Abstract: This research aims to explore the use of thinking maps on students' critical thinking skill in static fluid materials. The type of this research is qualitative research using case study approach conducted on 5 students of class XI MIA 5 SMA Negeri 3 Kediri. The instrument used in the critical thinking skills test use five essay point test with reliability of 0.7 and thinking maps worksheet. Data analysis used in thinking maps that made by students based to MAPPER rubric assessment to be used as a reference to posttest score of students' critical thinking ability. The results of the analysis show that the use of thinking maps helps students to improve students' critical thinking skills in understanding the concept of static fluid. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan thinking maps terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi fluida statis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus yang dilakukan pada 5 siswa kelas XI MIA 5 SMA Negeri 3 Kediri. Instrumen yang digunakan berupa soal tes kemampuan berpikir kritis berjumlah lima soal uraian dengan reliabilitas sebesar 0,7 dan lembar kerja thinking maps. Analisis data dilakukan pada thinking maps yang dibuat oleh siswa didasarkan pada penilaian rubrik MAPPER untuk digunakan sebagai acuan terhadap skor posttest kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan thinking maps membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami konsep fluida statis. Kata kunci: thinking maps; critical thinking ability; static fluid; thinking maps; kemampuan berpikir kritis; fluida statis Alamat Korespondensi: Utari Dwi Putri Pendidikan Fisika Pascasarjana Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: utari.dwi.1603218@students.um.ac.id Berpikir kritis merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran di kelas. Salah satu mata pelajaran yang dianggap penting untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah di kehidupan sehari-hari adalah Fisika. Akan tetapi, proses pembelajaran fisika saat ini terbatas pada pengetahuan deklaratif dalam menggunakan formula untuk memecahkan masalah (Desinta, Bukit, & Ginting, 2017), serta kondisi pembelajaran di sekolah belum efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa (Agustin & Hidayat, 2016). Akibatnya, kemampuan siswa dalam pembelajaran fisika terbatas pada kemampuan menghafal yang tidak mengarah pada pemahaman konseptual. Hal ini cenderung membuat siswa terbiasa menggunakan sebagian kecil kemampuan berpikirnya dan tidak terbiasa berpikir mandiri. Dalam kehidupan akademik, siswa membutuhkan pemikiran kritis (Sulasih, Suparmi, & Sarwanto, 2017). Berpikir kritis merupakan keterampilan yang dibutuhkan untuk menumbuhkan kemampuan berpikir siswa (Hashemi, 2011). Keterampilan berpikir kritis sangat penting dimiliki oleh setiap orang untuk mengambil keputusan dengan bijak dalam kehidupan sehari-hari, serta mampu bersaing di dunia global (Puspita, Kaniawati, & Suwarma, 2017). Siswa dengan kemampuan berpikir kritis akan dengan hati-hati menganalisis konsep, mencari bukti yang valid, dan menyimpulkan solusi dari suatu permasalahan (Marzano, 2000). Kemampuan berpikir kritis yang tinggi memberikan kontribusi terhadap keberhasilan siswa dalam menyelesaikan masalah (Abdullah & Shariff, 2008). Salah satu materi fisika yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis yaitu materi fluida statis. Pada materi fluida statis, siswa diharapkan mampu berpikir untuk memecahkan masalah dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Yusrizal (2016), masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep fluida statis. Siswa menganggap bahwa tekanan hidrostatis dipengaruhi oleh volume fluida di dalam wadah (Goszewski, Moyer, Bazan, & Wagner, 2013; M. E. Loverude, Heron, & Kautz, 2010). Selain itu, pada penelitian Wijaya, Supriyono Koes, & Muhardjito (2016) menyatakan bahwa wadah yang sempit memiliki tekanan hidrostatis lebih besar dibandingkan dengan wadah yang luas. Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 3 Nomor: 5 Bulan Mei Tahun 2018 Halaman: 581—587