Farmaka Volume 14 Nomor 4 98 KO-KRISTAL: TEKNIK PEMBUATAN KO-KRISTAL Dewi Permatasari, Selma Ramadhani, Iyan Sopyan, Muchtaridi Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung Sumedang Km.21 Jatinangor 45363 Telp. 022-7996200 E-mail*: muchtaridi@unpad.ac.id Abstrak Banyak obat yang telah beredar dipasaran memiliki masalah-masalah biofarmasi seperti rendahnya kelarutan, laju disolusi, permeabilitas yang berakibat pada bioavailabilitas dan kefektifan obat tersebut dalam mengobati penyakit. Untuk mengatasi hal tersebut, teknologi formulasi sediaan farmasi semakin berkembang sehingga dapat menghasilkan obat yang lebih berkualitas. Dalam satu dekade ini, sudah banyak publikasi yang menjelaskan tentang strategi dan teknik untuk mengembangkan desain obat-obat tersebut, salah satunya adalah kokristal. Kokristal dalam farmasi merupakan metode modifikasi suatu zat aktif, seperti penambahan gugus hidrogen, antara zat aktif dan koformer. Modifikasi yang dilakukan dengan harapan dapat memperbaiki masalah yang dimiliki suatu zat aktif obat tersebut tanpa mengubah efek farmakologisnya. Teknik-teknik pembuatan kokristal yang paling sering digunakan secara umum adalah grinding dan solvent based method (solvent evaporation dan slurry). Akan tetapi, saat ini sudah diterapkan pula metode sintesis kokristal dengan penambahan antisolvent, hot melt extrusion, bahkan teknologi cairan superkritis. Pertimbangan pemilihan metode ini dilihat dari sifat zat aktif dan koformer yang digunakan, serta mempertimbangkan teknologi yang dimiliki. Kata Kunci: ko-kristal, teknik ko-kristal, karakterisasi, kokristal farmaseutikal Abstract Many drugs that have been marketed have biopharmaceuticals problems such as low solubility, dissolution rate, permeability that leads to the effectiveness of the drug in treating the disease. To overcome this problem, the pharmaceutical formulation technology is growing so it can produce more drugs with better quality. Within decades, there has been publications reported that explain the strategies and techniques to develop the design of these drugs, one of which is co-crystal. Co-crystal in a method of modification of a pharmaceutical active substances, such as the addition of a hydrogen group, between the active substance and co- former. Modifications were done in hopes of fixing the problems that an active ingredient of the drug without altering the pharmacological effect. Co-crystal manufacturing techniques most frequently used in general is grinding and solvent-based method (solvent evaporation and slurry), but after the new findings currently co-crystal synthesis methods can be done also by the addition of anti-solvent, hot melt extrusion, even supercritical fluid technology. Consideration of the selection method is seen from the nature of the active substance and co- former used, as well as consider the technology owned. Keywords: co-crystal, co-crystal method, characterization, pharmaceutical co-crystal Pendahuluan Saat ini sintesis pembuatan obat meningkat seiring dengan peningkatan kebutuhan obat di masyarakat. Akan tetapi, tidak semua bahan obat efektif untuk menyembuhkan penyakit pada pasien karena sifat fisikokimia zat aktif yang berbeda. Dalam industri farmasi, sifat biofarmasetikal seperti disolusi dan kelarutan yang buruk dari suatu zat aktif