55
Analisis Rantai Pasok dan Biaya Transportasi Udang Vaname pada Unit Pengolahan di Jakarta Utara ... (Kristikareni, R. D., et al.)
Copyright © 2021, MARINA
Analisis Rantai Pasok dan Biaya Transportasi Udang Vaname
pada Unit Pengolahan di Jakarta Utara
Supply Chain and Transportation Cost Analysis of
Vaname Shrimp at Processing Plants in North Jakarta
Rizki Dewi Kristikareni, Abdul Rokhman, dan Achmad Poernomo
Politeknik Ahli Usaha Perikanan
Jln. Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia
Diterima tanggal: 17 Maret 2020 Diterima setelah perbaikan: 19 April 2021
Disetujui terbit: 30 Juni 2021
ABSTRAK
Jakarta Utara merupakan salah satu kawasan industri perikanan di Indonesia yang menghasilkan
udang olahan sebagai komoditas ekspor. Namun, unit pengolahan ikan (UPI) dihadapkan dengan
adanya permasalahan mutu, jumlah, ketersediaan bahan baku, dan transportasi yang memiliki peranan
dalam manajemen rantai pasok. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifkasi pelaku usaha yang
terlibat dalam rantai pasok udang budi daya pada UPI di Jakarta Utara dan biaya transportasi dalam
pendistribusian udang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus–Desember 2019 di Cirebon,
Indramayu, Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus, Kendal, dan Rembang. Analisis data yang
digunakan adalah analisis deskripsi. Pengumpulan data dilakukan melalui survei, observasi, dan
wawancara. Penentuan responden menggunakan snowball sampling. Responden awal yang terlibat
adalah UPI di Jakarta Utara. Responden dalam penelitian ini meliputi dua orang dari UPI, tujuh orang
pemasok, 14 orang pembudi daya, dan lima orang pembenih. Hasil identifkasi menunjukkan bahwa
terdapat tiga pelaku usaha yang menyediakan bahan baku udang vaname ke UPI di Jakarta Utara,
yaitu unit pembenihan, pembudi daya, dan pengumpul/supplier. Namun masih terdapat unit pembudi
daya dan pengumpul yang tidak tersertifkasi. Pemberian reward dan punishment perlu dilakukan untuk
menjaga konsistensi mutu udang. Dalam pendistribusiannya, persentase biaya transportasi terhadap
harga jual benih udang vaname berkisar 0,08—3,33%, paling tinggi sebesar 3,33%, yaitu pengiriman
dari Tanggamus menuju Indramayu/Cirebon. Persentase biaya transportasi terhadap harga jual udang
vaname berkisar 0,48—1,39%, paling tinggi sebesar 1,39%, yaitu pengiriman dari Pesawaran menuju
Jakarta Utara. Manajemen rantai pasok yang terintegrasi diharapkan dapat menekan biaya transportasi.
Kata Kunci: rantai pasok; udang budi daya; hulu hilir; transportasi; UPI
ABSTRACT
North Jakarta is one of fshery industry areas in Indonesia that supply shrimp products as an
export commodity. However, quality, quantity, availability of raw material, and transportation have been
the underlined problems in the supply chain management of processing plants. This study aims to identify
the involved members of the shrimp supply chain appearing in processing plants in North Jakarta as well
as to calculate the transportation costs for the shrimp distribution. The research was conducted from
August to December 2019 in Cirebon, Indramayu, South Lampung, Pesawaran, Tanggamus, Kendal,
and Rembang. Data were analyzed with descriptive analysis. Data were collected through surveys,
observations, and interviews. Snowball sampling is applied to determine the respondents. The initial
respondents were the processing plants in North Jakarta. The respondents included two people from
the processing plants, seven suppliers, fourteen shrimp farmers, and fve breeders. Result of analysis
point out the three actors involved in the supply of vaname raw material to the processing plants in North
Jakarta, they are breeder, shrimp farmer, and collector/supplier unit. However, there are still uncertifed
shrimp farmers and collectors. Thus, rewards and punishment are necessary for the consistency of
*
Korespondensi penulis:
Email: rizkidewik@gmail.com
DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v7i1.8828
BULETIN ILMIAH MARINA
SOSIAL EKONOMI KELAUTAN DAN PERIKANAN
http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/mra
p-ISSN: 2502-0803
e-ISSN: 2541-2930
Nomor Akreditasi: 10/E/KPT/2019