Griya Journal of Mathematics Education and Application Volume 1 Nomor 1, Maret 2021 https://mathjournal.unram.ac.id/index.php/Griya/index 36 Analisis Tingkat Metakognisi Peserta Didik dalam Memecahkan Masalah Matematika Nopyta Intan Sari 1* , Amrullah 2 , Syahrul Azmi 2 , Ketut Sarjana 2 1 Mahasiswa Pendidikan Matematika, Universitas Mataram, Mataram, Indonesia 2 Pendidikan Matematika, Universitas Mataram, Mataram, Indonesia *Corresponding Author e-mail: nopyta.intansari@gmail.com Received: 27-01-2021; Revised:04-03-2021; Published: 25-03-2021 Abstract Metacognition is the students awareness about their thought processes and monitoring their thought processes. One of thought processes which referred is problem solving ability. In problem-solving the students were different levels of metacognition. Level of metacognition consists of tacit use, aware use, strategic use, dan reflektive use. The purpose of this study was to determine the level of metacognition of students in solving problems and the relationship between mathematical problem solving abilities and the level of metacognition. The research was conducted by giving test instruments to 23 sample students. This research was a descriptive research with qualitative and quantitative approaches. Qualitative data analysis used flow models method with the stages of data reduction, data presentation and drawing conclusions. Furthermore, quantitative data analysis used spearman rank correlation. After the data analysis process, the results of the research were metacognition level of class IX students consisting of tacit use, aware use, and strategic use with percentages of 80%, 15%, and 5%. Furthermore, relationship between problem solving ability and the level of metacognition are in the very high category with a correlation coefficient of 0.68. Therefore, when the problem- solving ability increases, the level of metacognition also increases. Keywords: Level of metacognition; Metacognition, Problem-solving skill. Abstrak Metakognisi merupakan kesadaran siswa tentang proses berpikir dan memonitor proses berpikir yang dilakukan. Proses berpikir yang dimaksud adalah kemampuan dalam melakukan pemecahan masalah dengan tingkat metakognisi yang berbeda-beda. Tingkat metakognisi peserta didik terdiri dari tacit use, aware use, strategic use, dan reflektive use. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat metakognisi peserta didik dalam memecahkan masalah dan hubungan antara kemampuan pemecahan masalah matematika dan tingkat metakognisi. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan instrumen tes kepada 23 orang peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif menggunakan metode Flow Models dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya, untuk analisis data kuantitatif menggunakan korelasi Rank Spearman. Setelah proses analisis data diperoleh hasil penelitian yaitu tingkat metakognisi peserta didik terdiri dari tacit use, aware use, dan strategic use dengan persentase sebesar 80%, 15%, dan 5%. Lebih lanjut, hubungan antara kemampuan pemecahan masalah dan tingkat metakognisi berada pada kategori sangat tinggi dengan koefisien korelasi 0,68. Oleh karena itu, ketika kemampuan pemecahan masalah meningkat maka tingkat metakognisi juga meningkat. Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Metakogniti; Tingkat Metakognisi. Cara Mengutip Sari, N. I., Amrullah, A., Azmi, S., & Sarjana, K.. (2021). Analisis tingkat metakognisi peserta didik dalam memecahkan masalah matematika. Griya Journal of Mathematics Education and Application, 1(1), 36-43.