DISLIPIDEMIA PADA LANJUT USIA DI KOTA PADANG Sudijanto Kamso 1 , Purwantyastuti 2 , Ratna Juwita 3 1 Jurusan Kependudukan dan Biostatistik, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Depok, 16424 2 Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jl. Salemba Raya No. 6, Jakarta, 10430 3 Jurusan Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Depok, 16424 Pendahuluan Di Indonesia diperkirakan jumlah penduduk kelompok lanjut usia (lansia) adalah 14.9 juta pada tahun 2000. Penyakit utama pada kelompok lanjut usia di Indonesia adalah penyakit tulang dan sendi, kardiovaskuler, infeksi saluran pernapasan dan gangguan metabolisme. Data di rumah sakit maupun di masyarakat menunjukkan penyakit kardiovaskuler yang terdiri dari penyakit jantung koroner, penyakit jantung hipertensi dan stroke adalah penyebab utama kematian pada kelompok lanjut usia 1 . Penelitian-penelitian menunjukkan bahwa salah satu faktor yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit Abstrak Penyakit kardiovaskuler telah menjadi penyebab kematian utama di Indonesia dan prevalensi yang tinggi didapatkan pada kelompok lanjut usia. Studi mengenai hubungan antara dislipidemia dan penyakit kardiovaskuler pada kelompok lanjut usia masih jarang dilakukan di Indonesia. Informasi mengenai hubungan dislipidemia dengan penyakit kardiovaskuler sangat diperlukan agar para pengelola program dapat menyusun program penanggulangan penyakit kardiovaskuler yang lebih tepat. Tujuan utama dari studi ini adalah mengetahui prevalensi dislipidemia pada kelompok lanjut usia di kota Padang, daerah terhadap 205 responden lanjut usia di kota Padang. Pengambilan sampel menggunakan metoda multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur pengukuran antropometri, pengukuran kadar lemak darah dan pengukuran tekanan darah. Analisa data menggunakan SPSS program versi 7.5. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi dislipidemia yang tinggi, yaitu lebih dari 50% (total kolesterol 240 mg/dl dan LDL kolesterol 160 mg/dl). Rasio total kolesterol terhadap HDL kolesterol yang tinggi (5), didapatkan pada 47,6% populasi penelitian. Penyuluhan kesehatan terhadap kelompok lanjut usia agar menekankan pada pemilihan makan sehat dan pentingnya menjaga aktivitas fisik yang memadai yang mempunyai efek proteksi terhadap dislipidemia. Pemeriksaan kadar lemak darah secara teratur perlu dilakukan sebagai deteksi dini faktor penyalit kardiovaskuler. Abstract Cardiovascular disease has become the first cause of death. Highest morbidity is found in the elderly. Many studies on the relationship between dyslipidemia and cardiovascular disease has been done, however studies on prevalences of dyslipidemia among the elderly in Indonesia are lacking. Therefore, there is an urgent need to obtain information on dyslipidemia in the Indonesian elderly, which will allow the policy makers to provide appropriate intervention programs against cardiovascular diseases. The primary purpose of this study was to the observe prevalence of dyslipidemia among the aged in Padang, an area with high prevalence of cardiovascular diseases. A cross sectional study was undertaken in Padang with a total sample of 205 elderly using multistage random sampling. Subjects were recruited from free living elderly population. Data were collected through interviews using structured questionaires, anthropometric measurements, biochemical blood analysis, and blood pressure measurements. Data were analyzed by using SPSS programs for Windows version 7.5. Prevalence of dyslipidemia (hypercholesterolemia and LDL-cholesterolemia) found in the study was quite high, more than 50% of the study population. The ratio of total cholesterol to HDL cholesterol (≥ 5) was also quite high in the study population (47.6%). Nutrition education to elderly group should emphasize healthy nutrients with protecting effect against dyslipidemia. Suggestion for proper physical activity as a protecting factor against hypertension is very important for the elderly. Regular checking of plasma lipid should be conducted for early detection of cardiovascular disease risk factors. Future studies should be directed on public health and nutrition intervention to the elderly community. Keywords: Dyslipidemia, elderly, cardiovascular disease, nutrition education MAKARA, KESEHATAN, VOL. 6, NO. 2, DESEMBER 2002 55