Jurnal Kimia dan Kemasan, 41(2), 72-81, 2019
©Author(s); http://dx.doi.org/10.24817/jkk.v41i2.3850
Sintesis Senyawa Berbasis Gadolinium…..…Ambarwibawa dan Mujahidin 72
SINTESIS SENYAWA BERBASIS GADOLINIUM
MENGGUNAKAN GLISERIL MONOOLEAT SEBAGAI LIGAN
DAN POTENSINYA SEBAGAI CONTRAST AGENTS
Teguh Hafiz Ambarwibawa
1
dan Didin Mujahidin
2
1
Pusat Sains dan Teknologi Nuklir (PSTNT), BATAN
Jl. Tamansari No. 71 Bandung
2
Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha No. 10 Bandung
E-mail : t_hafiz@batan.go.id
Received : 30 April 2018; revised : 11 Mei 2018; accepted : 9 Agustus 2019
ABSTRAK
SINTESIS SENYAWA BERBASIS GADOLINIUM MENGGUNAKAN GLISERIL MONOOLEAT SEBAGAI
LIGAN DAN POTENSINYA SEBAGAI CONTRAST AGENTS. Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan
salah satu teknik diagnosis yang paling banyak digunakan di bidang kedokteran. Agar diperoleh visibilitas yang
baik, digunakan contrast agents namun terkadang kontras yang dihasilkan masih rendah, sehingga diperlukan
dosis contrast agents lebih tinggi agar diperoleh kontras optimum. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut,
dilakukan pembuatan contrast agents berbasis Gadolinium (Gd) menggunakan Gliseril Monooleat (GMO)
sebagai ligan. Pada penelitian ini dilakukan sintesis GMO, kompleksasi Gd-GMO, pengukuran turbiditas
mikroemulsi, serta pengukuran waktu relaksasi T2 GMO dan Gd-GMO menggunakan alat Nuclear Magnetic
Resonance (NMR). Hasil sintesis 2,2-dimetil-1,3-dioksolana gliserol menghasilkan rendemen 82,6%, sedangkan
dari hasil sintesis GMO diperoleh rendemen 94,2%. Hasil pengukuran waktu relaksasi T2, Gd-GMO
menghasilkan waktu relaksasi T2 lebih rendah dibandingkan dengan GMO sebesar 15,4% sampai dengan
32,7%. Data waktu relaksasi T2 tersebut menunjukkan bahwa Gd-GMO berpotensi untuk digunakan sebagai
contrast agents.
Kata kunci : Contrast agents, Waktu relaksasi T2, Gadolinium, Gliseril monooleat, Nuclear Magnetic Resonance
ABSTRACT
SYNTHESIS OF GADOLINIUM BASED COMPOUND USING GLYCERYL MONOOLEATE AS LIGAND AND
ITS POTENTIAL AS CONTRAST AGENT. Magnetic Resonance Imaging (MRI) is one of the most widely used
diagnostic techniques in medicine. To obtain good visibility, contrast agents are used, but sometimes the contrast
is still low, so it is necessary to use a higher dosage of the contrast agent to obtain optimum contrast. In this
paper, we report the synthesis of Glyceryl Monooleate (GMO) as Gd-ligand, microemulsion turbidity
measurement, and T2 relaxation time measurement of GMO and Gd-GMO using Nuclear Magnetic Resonance
(NMR) instrument. The synthesis of 2,2-dimethyl-1,3-dioxolane glycerol obtained 82.6% yield, and GMO
synthesis got 94.2% yield. T2 relaxation time measurements showed that Gd-GMO has a lower T2 relaxation
time than GMO around 15.4% to 32.7%. The T2 relaxation time showed that Gd-GMO is potential for future
contrast agents.
Keywords : Contrast agents, T2 relaxation time, Gadolinium, Glyceryl monooleate, Nuclear Magnetic Resonance
PENDAHULUAN
Kanker merupakan salah satu penyakit
paling mematikan di dunia. Deteksi dini dan
perawatan yang tepat dapat menurunkan angka
kematian (Mullen and Mistry 2018). Teknologi
pencitraan mempunyai peran penting dalam
diagnosis penyakit secara dini tanpa
pembedahan, salah satunya yaitu Magnetic
Resonance Imaging (MRI) (Giorgio and Stefano
2018). MRI mulai dikenal pada awal tahun 1970
sebagai teknologi pencitraan medis yang
mutakhir. Teknologi ini lebih aman dibandingkan
dengan teknologi pencitraan lain karena tidak
menggunakan sumber radiasi pengion (Jadvar
and Colletti 2014). Walaupun MRI lebih baik
dibandingkan dengan teknik lain untuk
mendeteksi jaringan abnormal atau sel kanker,
teknik ini masih membutuhkan contrast agents
agar diperoleh hasil pencitraan lebih baik.
Contrast agents yang paling banyak digunakan
yaitu contrast agents berbasis senyawa