SIMULASI ALIRAN FLUIDA MELALUI PENDEKATAN SISTEM DINAMIK Edi Sutoyo Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Ibn Khaldun Bogor e-mail : edi.sutoyo@ft.uika-bogor.ac.id ABSTRAK Penerapan simulasi menggunakan sistem dinamik dewasa ini telah luas digunakan diberbagai bidang,hal tersebut karena adanya kemudahan-kemudahan yang diperoleh dari penggunaanya. Asumsi utama pada sistem dinamik adalah struktur fenomena proses pembuatan keputusan merupakan suatu kumpulan struktur-struktur kausal yang melingkar dan tertutup. Sistem simulasi dinamik yang akan dikembangkan dalam kajian ini adalah model Ordinary Differential Equation (ODE) yang digunakan untuk dapat menggambarkan perilaku dari sistem mekanika fluida sederhana yang ditinjau dari satu dimensi y a i t u ketinggian fluida sebagai fungsi dari waktu. Model dibuat dengan kontrol bukaan katup yaitu 0 (set point=0) untuk katup tertutup dan 1 (set point=1) untuk katup terbuka penuh. Dari hasil simulasi pada set point=0 diperoleh laju aliran fluida 1 sebesar 3.06 x10 -4 m 3 /s, pada posisi katup 1 yang tidak bekerja t+1 laju aliran fluida 1 adalah nol (0),laju aliran fluida 2 sebesar 5.76 x10 -6 m 3 /s, posisi reservoar dan tinggi permukaan air bernilai 8.3 x10 -7 m dan 6.61 x10 -6 m serta volume tangki sebesar 7.2 x10 -7 m 3 . Hasil skenario set point = 1 aliran fluida 1 yang merupakan fungsi dari kapasitas pompa berjalan/bernilai secara tetap karena tidak dipengaruhi oleh variabel yang lain sebesar 3.06x10 - 4 m 3 /s,sementara laju aliran 2 pada tahap awal simulasi nilainya lebih rendah di banding laju aliran 1. Simulasi dengan menggunakan pendekatan sistem dinamik mampu membuat dan mengembangkan model aliran fluida dengan baik sesuai dengan persamaan matematik yang disusun dan clausal loop diagram yang dibuat Kata Kunci : Model aliran fluida, sistem dinamik, CLD, Powersim. Pendahuluan Penggunaan metodologi sistem dinamik lebih ditekankan kepada tujuan- tujuan peningkatan pemahaman mengenai bagaimana perilaku muncul dari struktur kebijakan dalam suatu sistem. Asumsi utama dalam paradigma sistem dinamik adalah bahwa struktur fenomena proses pembuatan keputusan merupakan suatu kumpulan (assembly) struktur-struktur kausal yang melingkar dan tertutup. Unsur sebab mau pun akibat atau salah satu diantaranya harus merujuk keadaan yang terukur secara kualitatif atau kuantitatif. Berbagai model sistem dari semua disiplin ilmu dapat disusun dan disimulasikan dengan Powersim. Simbol yang dipakai untuk mewakili parameter terukur ‘Level’, ‘Reservoar’, ‘Auxiliary’, dan ‘Constant’ serta penghubung ‘Flow Rate’ dan ‘Link’ dapat dikaitkan satu sama lain untuk menjalin sebuah sistem yang terpadu. Hubungan sebab akibat, umpan balik (feedback), pengulangan (loop), dan penundaan (delay) dapat diolah dan ditampilkan dalam bentuk yang mudah untuk dimengerti (Schecker, 1994). Studi sistem dinamik akan menghasilkan diagram kausalitas berulang (causal-loop) untuk pemetaan 13