58 PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA DI KELAS XI SMA PADA MATERI SISTEM SIRKULASI Henni Riyanti, Yenny Anwar, Kodri Madang Universitas Sriwijaya Email : henniriyanti@gmail.com Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi mengenai pengaruh penerapan Model Pembelajaran Generatif terhadap pemahaman konsep siswa di kelas XI SMAN 1 Tanjung Batu. Penelitian ini menerapkan metode kuasi eksperimen dengan desain Pretest- Posttest Control Group Design. Pengambilan data tes pemahaman konsep dilakukan di kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling jenuh. Uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dari kedua sampel pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis data uji hipotesis dengan menggunakan aplikasi SPSS diperoleh nilai thitung sebesar 3,38 sedangkan ttabel pada taraf signifikansi 5% dengan df 61 adalah 2,00. Hasil tersebut menunjukkan bahwa thitung > ttabel yaitu 3,38 > 2,00. Nilai rata-rata pemahaman konsep siswa di kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Hal tersebut dibuktikan dari nilai rata-rata tes pemahaman konsep yang diperoleh di kelas eksperimen sebesar 82,031 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 69,839, sehingga H0 ditolak yang berarti bahwa terdapat pengaruh penerapan Model Pembelajaran Generatif terhadap pemahaman konsep siswa di kelas XI SMA Negeri 1 Tanjung Batu pada Materi Sistem Sirkulasi. Kata kunci : Pemahaman Konsep, Model Pembelajaran Generatif, Sistem Sirkulasi. PENDAHULUAN Pembelajaran sains bertujuan untuk membantu siswa memahami konsep dengan bermakna agar siswa dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari- hari. Ausubel, (1968) dikutip Dahar, (2011) menyatakan bahwa belajar bermakna merupakan suatu proses menghubungkan pengetahuan baru dengan konsep-konsep relevan yang terdapat pada struktur kognitif seseorang. Biologi merupakan cabang ilmu pengetahuan alam yang mengkaji konsep- konsep ilmiah mengenai makhluk hidup (Mustaqim, 2014). Siswa harus mampu menafsirkan dan memahami konsep dengan benar dalam pembelajaran Biologi. Konsep-konsep Biologi yang sulit dipahami oleh siswa perlu diperhatikan dan dilakukan upaya pemecahannya. Upaya pemecahan yang dapat dilakukan berupa penerapan model pembelajaran yang berbasis konstruktivisme, salah satunya menurut Linden (1981) adalah Model Pembelajaran Generatif (generative learning model). Model tersebut menurut Wena (2009) memiliki landasan teoretis yang berakar pada teori-teori belajar konstruktivis mengenai belajar dan pembelajaran. Siswa dibimbing secara berkelanjutan untuk memahami konsep pada setiap tahap pembelajaran, kemudian pada salah satu tahap yaitu tahap tantangan siswa akan melakukan validitas ide dengan cara membandingkan ide ilmuwan dengan ide kelas sehingga konsep yang dimiliki siswa koheren dengan konsep ilmiah. Pada saat ini masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep Biologi. Kerumitan suatu konsep dan banyaknya istilah biologis menjadi penyebab siswa sulit memahami suatu konsep. Hal tersebut sejalan dengan isi NSTA (2013) bahwa kesulitan siswa dapat berasal dari