INFRASTRUKTUR EVALUASI DAN PERBAIKAN STRUKTUR GEDUNG DPRD MOROWALI BERDASARKAN PETA GEMPA 2010 Evaluation and Repaired of DPRD Morowali Building Used 2010 Earthquake Map I Ketut Sulendra Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako-Jalan Soekarno Hatta Km. 8 Palu 94118 Email : ketutsulendra7273@yahoo.com ABSTRACT Buildings have been damaged after the earthquake need to be evaluated to determine the cause of the damage, elements structural failure, and the methods of repair or retrofitting the structures. To determine this, the research by evaluating the structure of the building by applying the appropriate burden of earthquake map earthquake in 2010. Methods of evaluation refers to the evaluation method of Takim Andriano et al. the method steps performed well as between other existing material test trials (fc' and fy), structural elements capacity analysis, re-analysis of structures with seismic map in 2010 and determine the method of retrofitting to be done. The results of this analysis showed sufficient number of structural elements that have failed, especially shear failure occurs. So what can be done to stabilize the structure by strengthening structural elements failure. The structure strengthening methods such as Cloaking (jacketting) and materials (steel, spiral steel, concrete or composite), addition of external reinforcement with steel strap material/plate, reinforcing stirrups, outside reinforcement in the form of plate steel, epoxy injection, and method of retrofitting with using Fiber Reinforced Polymer. Keywords: structural evaluation, 2010 Earthquake Map, structural repaired methods ABSTRAK Gedung yang telah mengalami kerusakan pasca gempa perlu segera dievaluasi untuk mengetahui penyebab kerusakan, elemen-elemen struktur yang mengalami kegagalan dan metode perbaikan atau perkuatan struktur. Untuk mengetahui hal tersebut, maka dilakukan penelitian dengan mengevaluasi struktur gedung tersebut dengan menerapkan beban gempa sesuai peta gempa tahun 2010. Metode evaluasi yang dilakukan merujuk pada metode evaluasi struktur Takim Andriano dkk. Secara garis besar langkah-langkah metode yang dilakukan antra lain uji tes material eksisting (fc’ dan fy) , analisis kapasitas elemen struktur, analisis kembali struktur dengan Peta gempa tahun 2010 dan menentukan metode perkuatan untuk dilakukan. Hasil dari analisis tersebut memperlihatkan banyaknya elemen struktur yang mengalami kegagalan, khususnya kegagalan geser. Maka tindakan yang dapat dilakukan untuk menstabilkan struktur tersebut yakni dengan melakukan perkuatan elemen struktur yang mengalami kegagalan. Adapun metode- metode perkuatan struktur seperti penyelubungan (jacketing) dengan bahan (baja, baja spiral, beton atau komposit), penambahan tulangan luar dengan bahan steel strap/plate, tulangan sengkang, Penulangan luar berupa plat baja, Injeksi epoksi, dan metode perkuatan dengan menggunakan Fiber Reinforced Polymer. Kata Kunci : evaluasi struktur, Peta Gempa 2010, metode perbaikan struktur PENDAHULUAN a. Latar Belakang Indonesia merupakan suatu wilayah yang rawan dengan bencana alam seperti gempa bumi. Sampai saat ini belum ada pengetahuan manusia yang dapat mengetahui kapan,di mana dan seberapa besar bencana gempa bumi itu akan muncul. Namun demikan, pengetahuan manusia hanya dapat memberikan penaksiran-penaksiran melalui dengan persentase kejadian-kejadian gempa bumi yang terjadi pada sebelumnya. Permasalahan gempa bumi dalam bidang konstruksi sangat menekankan pembangunan yang tahan akan beban gempa tersebut. Dengan merujuk pada suatu filosofi konstruksi bangunan tahan gempa yakni apabila gempa kecil bangunan tidak mengalami kerusakan apapun, dan jika gempa sedang komponen non struktur boleh mengalami kerusakan, tetapi komponen strukturnya tidak boleh mengalami kerusakan dan apabila gempa kuat, komponen non struktur maupun komponen strukturnya boleh mengalami kerusakan namun masih sempat memberi kesempatan pada penghuninya untuk menyelamatkan diri. Dalam mengantisipasi bahaya gempa, pemerintah Indonesia telah mempunyai standar perencanaan bangunan tahan gempa yakni SNI-03- 1726-2002, namun setelah peraturan ini keluar telah tercatat bencana gempa yang begitu besar dan