Jurnal Matematika Vol. 2 No. 2, Desember 2012. ISSN : 1693-1394 Boosting Neural Network dan Boosting Cart Pada Klasifikasi Diabetes Militus Tipe II Jerhi Wahyu Fernanda Jurusan Statistika, Fakultas MIPA, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) e-mail: fernanda.jerhi@gmail.com Bambang W. Otok Jalan Arief Rahman Hakin, Surabaya 60111 e-mail: bambang wo@statistika.its.ac.id Abstract: Diabetes Militus Tipe II merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia. Untuk mengantisipasi terkena penyakit DM tipe II, diperlukan suatu tindakan untuk mengurangi resiko terkena penyakit ini dengan mengetahui faktor-faktor resiko yang menyebabkan DM tipe II. Beberapa faktor-faktor resiko yang dapat menyebabkan penyakit ini adalah Riwayat Ketu- runan, Umur, Jenis Kelamin, Obesitas, Pola Makan, Aktifitas Olahraga. Peneli- tian tentang klasifikasi DM tipe II telah banyak dilakukan dengan menggunakan metode-metode klasifikasi. Seperti Artificial Neural Network (ANN), CART, dan lain-lain. Tingkat akurasi dari suatu metode klasifikasi seperti ANN, CART da- pat ditingkatkan untuk memberikan hasil klasifikasi yang lebih baik dengan meng- gunakan metode boosting. Boosting adalah metode ensemble yang digunakan un- tuk meningkatkan akurasi dari suatu metode klasifikasi. Salah satu variasi boost- ing adalah adaboost. Beberapa penelitian juga telah menunjukkan bahwa adaboost mampu meningkatkan akurasi dari suatu metode klasifikasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji implementasi boosting pada metode Feedforwarf Neural Network (FFNN) dan CART. Hasil klasifikasi memperlihatkan bahwa tingkat akurasi dari FFNN dan CART setelah dilakukan boosting mengalami kenaikan dibandingkan sebelum dilakukan proses boosting. Berdasarkan nilai AUC didapatkan metode boosting CART pada iterasi 50, 100, 200, dan 500 memiliki tingkat akurasi yang paling tinggi dengan tingkat akurasi sebesar 98.75% dibandingakan dengan FFNN dan boosting FFNN. Keywords: Diabetes Militus Tipe II, klasifikasi, FFNN, CART, Boosting 1. Pendahuluan Diabetes Militus tipe II adalah salah satu penyakit yang paling banyak terjadi di In- donesia. Menurut WHO, jumlah penderita diabetes Militus tipe II di Indonesia pada tahun 2010 mencapai 21,3 juta orang. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan jum- lah penderita diabetes militus pada tahun 2000 yang hanya 8,4 juta orang. Penderita DM tipe II juga memiliki resiko untuk menderita penyakit yang berhubungan dengan lemak seperti penyakit jantung dan pembuluh darah atau terjadinya komplikasi dengan penyakit lain, sehingga diperlukan suatu tindakan untuk mengurangi resiko terkena penyakit ini. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan mengetahui 33