JURNAL TEKNIK ITS Vol. 7, No. 1 (2018), 2337-3520 (2301-928X Print) G 36 AbstrakHeliport adalah suatu lapangan terbang atau suatu daerah tertentu di darat atau di perairan atau di suatu struktur, terdiri dari bangunan atau fasilitas (peralatan) yang dipakai sebagian atau seluruhnya untuk melakukan pendaratan, keberangkatan dan pergerakan pesawat helikopter. Helideck adalah tempat pendaratan dan lepas landas helikopter di perairan. CFD (Computational Fluid Dynamics) merupakan “pendekatan ketiga” dalam studi dan pengembangan di bidang dinamika fluida secara keseluruhan selain pendekatan teori dan eksperimen murni. Dari prinsip kekekalan energi, berkerjanya baling-baling adalah sama terhadap banyak energi yang diperoleh dari fluida per unit waktu. Bekerja per unit waktu, atau jumlah power yang dikonsumsi oleh baling-baling. Kecepatan 45 mph adalah kecepatan yang menyebabkan manusia akan terhempas. Kecepatan 45 mph tersebut memasuki kriteria angina kencang sekali. Adapun metode yang digunakan : Studi Literatur dan pencarian data, pembuatan model, meshing dan CFX, Validasi, penyajian. Kecepatan rata-rata angin tertinggi dihasilkan dari pendaratan helikopter sebesar 19,614 m/s. Kecepatan angin terendah dihasilkan dari pendaratan helikopter sebesar 7,142 m/s. Secara umum hembusan angin yang dihasilkan dari pendaratan helikopter aman bagi kru yang bekerja di helideck. Kata KunciHelideck, kecepatan angin, helikopter, CFD. I. PENDAHULUAN ENURUT [1] pengertian pesawat udara tentang penerbangan adalah setiap mesin atau alat yang dapat terbang di atmosfer karena gaya angkat dari reaksi udara, tetapi bukan karena reaksi udara terhadap permukaan bumi yang digunakan untuk penerbangan Indonesia. Selain itu pesawat udara dalam Undang-undang Penerbangan juga dikenal dengan istilah pesawat terbang dan helikopter. Helideck adalah tempat pendaratan dan lepas landas helikopter di perairan. Sedang Heliport adalah suatu lapangan terbang atau suatu daerah tertentu di darat atau di perairan atau di suatu struktur, terdiri dari bangunan atau fasilitas (peralatan) yang dipakai sebagian atau seluruhnya untuk melakukan pendaratan, keberangkatan dan pergerakan pesawat helikopter [2]. Dalam peratura tersebut, juga menjelaskan bahwa pentingnya persyaratan keselamatan dalam Heliport. Melihat pentingnya keselamatan, tidak heran apabila perizinan pembuatan heliport begitu ketat. Apabila ada pihak pengguna/pembuat heliport tidak dapat memenuhi ketentuan persyaratan keselamatan, maka izin operasi akan dicabut. CFD (Computational Fluid Dynamics) merupakan “pendekatan ketiga” dalam studi dan pengembangan di bidang dinamika fluida secara keseluruhan selain pendekatan teori dan eksperimen murni. Dengan hadirnya komputer digital berkecepatan tinggi dan dikombinnasikan dengan pengembangan dari ketelitian algoritma numerik untuk penyelesaian masalah fisik pada komputer maka telah merubah dengan cepat cara kita dalam belajar dinamika fluida [3]. Pada penelitian [4] mengenai aliran fluida di atas deck kapal saat pendaratan helikopter. Adapun variabelnya dengan ketinggian hembusan 1,5 m, 3,5 m, dan 5,5 m. Pemodelan yang dipergunakan dengan penggambaran angin dihembuskan pada jarak ketinggian variabel terhadap pelat datar, input yang dipergunakan bilangan Reynold. Luaran yang dapat diperoleh adalah kecepatan udara hembusan dan radius jangkauan hembusan angin. Penelitian ini mengambil keunggulan penggunaan kelebihan CFD saat ini dibandingkan dengan yang dilaporkan oleh [4]. Secara fungsi CFD sekarang lebih banyak kelebihannya, pengkondisian inlet yang lebih lengkap dan pemodelan yang lebih mudah. Perbedaan yang dapat dikoreksi dari laporan [4] meliputi pendekatan model dengan mengikuti kondisi lapangan, koreksi variabel ketinggian, dan penyempurnaan pemodelan (inlet) hembusan angin dari baling-baling. II. TINJAUAN PUSTAKA A. CFD Computational fluid dynamics, biasanya disingkat sebagai CFD, adalah cabang dari mekanika fluida yang menggunakan metode numerik dan algoritma untuk memecahkan dan menganalisis masalah yang melibatkan aliran fluida. Komputer digunakan untuk melakukan perhitungan yang diperlukan untuk mensimulasikan interaksi antara zat cair dan gas dengan permukaan yang didefinisikan oleh kondisi batas [3]. Ada tiga manfaat umum CFD yang dikenal secara luas, yaitu insight, foresight dan efficiency [5]. B. Persamaan Kecepatan Thrust Dalam konsep, akan diasumsikan bahwa udara melewati baling-baling satu dimensi, seolah-olah stabil, tidak tertahan dan mengalir. Menurut fluida ideal bahwa ketika satu fluida mengalir maka tidak ada gesekan antar elemen fluida tersebut. Oleh karena itu gagal induksi merupakan satu satunya kerugian dalam fluida dengan kerugian lain yang dihasilan dari aksi viskositas yang diasumsikan tidak berubah sepanjang waktu. Analisis Aliran Fluida Udara akibat Pendaratan Helikopter terhadap Permukaan Helideck pada Kapal M. Zain Fajar Ramadhani dan I Ketut Aria Pria Utama Jurusan Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) e-mail: zainf9@gmail.com M