Jurnal Pena Ilmiah: Vol 2, No 1 (2017) 2031 PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD BERMEDIA KARTU ALAM PADA PEMBELAJARAN PIPS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KENAMPAKAN ALAM DAN RAGAM SOSIAL BUDAYA Sylvia Rahayu Nursahid 1 , Dadang Kurnia 2 , Regina Lichteria Panjaitan 3 1,2,3 Program Studi PGSD UPI Kampus Sumedang Jl. Mayor Abdurachman No.211 Sumedang 1 Email: sylvia.rahayu.nursahid@student.upi.edu 2 Email: dadangkurnia459@gmail.com 3 Email: reggielicht@gmail.com ABSTRACT Social Studies is a subject in elementary school, aimed at developing the social skills of elementary school students. Social skills that must be owned by each individual is the interaction. Learning model that emphasizes the interaction and used in this research is STAD cooperative learning model (Student Teams - Achievement Divisions) by using Nature Card Media. This research method is classroom action research by using Model Kemmis and Taggart. This research was conducted in two cycles. the goal is to improve the process and the results of learning results of research on the cycle I and cycle II, student learning outcomes improved very well. The result of the research on the first cycle is 90% which is equivalent to 27 students completed, while the second cycle of 100% is obtained equal to 30 students equipped with 97% target. Thus, the STAD cooperative model by using the Natural Card is declared successful in improving the fourth grade student learning outcomes in the view of Natural and Social and Cultural Variety materials. Kata kunci: Social studies, STAD, classroom action research. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu perjalanan hidup manusia yang berawal dari keluarga. Maka, keluarga adalah titik tolak pembentukan karakter anak. Tidak cukup dalam lingkungan keluarga, pendidikan yang harus dilalui oleh manusia untuk menjadi manusia berbudi memang merupakan suatu perjalanan panjang. Setelah anak cukup usia, anak mendapatkan pendidikan di sekolah oleh orangtua baru bernama guru dan anak mendapat julukan baru, yakni “siswa”. Sadulloh (2014, p. 64), mengemukakan bahwa ”pendidikan di sekolah dasar adalah tindak lanjut dari pendidikan keluarga”. Melihat dari sudut pandang yang ideal, seorang manusia hendaknya melanjutkan pendidikan ke sebuah lembaga formal seperti sekolah karena di sekolah terjadi proses interaksi yang dapat membentuk karakter dan kepribadian anak. Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan formal tempat anak belajar, bermain dengan teman sebaya, mengembangkan potensi, dan meningkatkan prestasi, seperti apa yang