Analisis Perbedaan Pembelian Impulsif Ditinjau Dari Gender Konsumen Pada Puncak Toserba Bengkulu Ekombis Review – Ida Anggriani, Fera Indasari 57 ANALISIS PERBEDAAN PEMBELIAN IMPULSIF DITINJAU DARI GENDER KONSUMEN PADA PUNCAK TOSERBA BENGKULU Ida Anggriani, Fera Indasari Fakultas Ekonomi Universitas Dehasen Bengkulu Fakultas Ilmu-ilmu Sosial Universitas Dehasen Bengkulu ida_anggriani@yahoo.com Fera.Mugh4al@Gmail.com ABSTRAK Ida Anggriani, Fera Indasari; Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan pembelian impulsif ditinjau dari gender konsumen pada Puncak Toserba Bengkulu. Jenis penelitian adalah penelitian komparatif, dilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang diteliti berdasarkan kerangka pemikiran tertentu. Responden penelitian ini sebanyak 100 orang terdiri dari 50 orang laki-laki dan 50 orang perempuan, sampel diambil dengan teknik purposive random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan beberapa alternatif pilihan jawaban yaitu dan metode analisis dengan cara deskriptif dan analisis kuantitatif menggunakan uji independent samplest tes. Metode Pengolahan data menggunakan SPSS versi 19 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifkan antara pembelian impulsif gender laki-laki dan gender perempuan pada Puncak Toserba Bengkulu dengan perbandingan tsig (0,047)< α(0,05). Perbedaan rata-rata kedua kelompok tersebut sebesar 1,520 berkisar antara 0,019 sampai 3,021. ABSTRACT Ida Anggriani, Fera Indasari; The purpose of this study was to the differences in terms of impulsive buying gender determine consumers at Puncak Toserba Bengkulu. This type of research is a comparative study, carried out to compare the similarities and differences of two or more of the facts and object properties in the framework based on certain carefully. Survey respondents as many as 100 people composed of 50 men and 50 women, samples were taken by purposive random sampling technique. Data collection using questionnaire and analysis methods by means of descriptive and quantitative analyzes using independent samples t test trials. Results of this study indicate that there are differences between the purchase impulsive significant gender beetween men and women at Puncak Toserba Bengkulu by comparison Tsig (0,047) <α (0,05). The average difference for the two groups were between to 1,520 ranged 0,019 until 3,021. Keywords: Impulsive Buying, Gender PENDAHULUAN Pemasaran merupakan ujung tombak perusahaan dalam mencapai tujuan bisnisnya seperti bertahan hidup, memperoleh keuntungan dan berkembang. Tujuan tersebut akan dapat dicapai manakala perusahaan mampu menciptakan, mengantarkan serta mengkomunikasikan nilai melalui sebuah produk yang dijual sehingga dapat meraih maupun mempertahankan pelanggan. Pemahaman tentang bagaimana konsumen menanggapi tawaran perusahaan, memilih serta memutuskan produk yang akan dibeli adalah merupakan kunci sukses dalam pencapaian tujuan perusahaan. Pada kondisi sekarang ini dengan adanya tuntutan waktu yang semakin sempit serta bergesernya budaya maka waktu yang tersedia untuk berbelanja alat pemenuhan kebutuhan sehari-hari juga berubah. Didalam memilih tempat berbelanja biasanya pembeli menghendaki tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal, cukup strategis untuk dilalui dan mudah untuk dicapai apabila ada kebutuhan yang mendesak, kebutuhan yang mendesak, tempat parkir yang luas, menyediakan barang yang serba ada atau lengkap untuk kebutuhan sehari-hari. Jika kondisi tersebut terpenuhi tentunya konsumen akan sering berbelanja pada toko atau usaha tersebut karena belanja merupakan aktivitas yang menyenangkan bagi banyak orang dan sebagian orang tidak dapat dipisahkan dari kebiasaan belanja. Hal ini tidak hanya terbatas pada kaum perempuan, kaum laki- laki, miskin, kaya, berpenghasilan tinggi, berpenghasilan rendah, semuanya punya peluang untuk jadi sasaran. Umumnya orang memiliki kebiasaan berbelanja untuk memenuhi kebutuhan. Meskipun demikian, sering juga ditemui orang yang berbelanja hanya untuk memenuhi hasrat atau dorongan dari dalam dirinya. Pada mulanya belanja hanya merupakan suatu konsep untuk menunjukkan suatu sikap untuk mendapatkan barang yang menjadi keperluan sehari-harinya dengan jalan menukarkan sejumlah uang sebagai pengganti barang tersebut.