Keragaman Fenotipik Kelapa Dalam di Kabupaten Pacitan, Tulung Agung dan Lumajang, Jawa Timur 22 Keragaman Fenotipik Kelapa Dalam di Kabupaten Pacitan, Tulung Agung dan Lumajang, Jawa Timur Phenotipic Variation of Tall Coconut in Pacitan, Tulung Agung and Lumajang, East Java Elsje T. Tenda dan Jeanette Kumaunang Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain Indonesian Coconut and Other Palmae Research Institute RINGKASAN Pertanaman kelapa di Provinsi Jawa Timur cukup luas tersebar di 10 kabupaten. Sebagai salah satu sentra produksi kelapa, Jawa Timur memiliki keragaman genetik kelapa potensial yang cukup besar. Oleh sebab itu pada Bulan Oktober 2003 telah dilakukan identifikasi dan karkaterisasi kelapa potensial asal Jawa Timur di Kabupaten Pacitan, Tulung Agung, dan Lumajang untuk melihat keragaman pada populasi kelapa Dalam. Menggunakan metode observasi berdasarkan Manual on standardized research techniques on coconut breeding COGENT untuk pengamatan karakter batang, daun, bunga, buah dan komponen buah. Hasil observasi menunjukkan bahwa Populasi kelapa Dalam di Kabupaten Pacitan, Tulungangung dan Lumajang, Jawa Timur memiliki keragaman fenotipik rendah (2.25% - 10.06%) untuk karakter vegetatif yaitu karakter batang dan daun, berarti keseragamannya cukup tinggi sehingga seleksi pada karakter ini tidak akan berpeluang untuk perbaikan sifat. Karakter-karakter panjang tangkai tandan, jumlah tangkai bunga, jumlah bunga betina dan berat air memiliki nilai keragaman sedang (21.80% – 44.60%) sehingga seleksi diharapkan memberikan peluang yang besar untuk perbaikan sifat-sifat tersebut. Kata kunci : Keragaman fenotipik, kelapa Dalam, Jawa Timur. ABSTRACT Coconut plantation in East Java province were spread out in 10 districts. As one of center coconut production, East Java has widely potential coconut diversity. Therefore, identification and collection of coconut potential from East Java at Pacitan , Tulung Agung, and Lumajang Districts to find out the phenotipic variation in coconut population. This activity were done in October 2003 followed by COGENT guidance in “ Manual on standardized research techniques in coconut breeding” to observed characters: stem, leaf, inflorescence, fruits and fruit component analysis. The result of observation showed that tall coconut populations in Pacitan, Tulungagung and Lumajang Districts have narrow variation for stem and leaf characters (2.25% - 10.06%), while for generative and fruit components have sufficient to moderate phenotipic variation (21.80% – 44.60%) and therefore could give a chance for selection to improve its characters. Key words: Phenotipic variation, Tall coconut, East Java.