Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 3 No. 1, Maret 2015 ISSN 2355-5785 http://journal.uin-alauddin.ac.id/indeks.php/PendidikanFisika Page | 106 PERBANDINGAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL ANTARA SOAL BERGAMBAR DAN SOAL CERITA Ulviana Safitri, Muhammad Yusuf Hidayat, Suprapta Jurusan Pendidikan Fisika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, 082325455553, ulvianasafitri1994@gmail.com Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kemampuan menyelesaikan soal antara soal bergambar dan soal cerita peserta didik kelas IX SMP Negeri 2 Maniangpajo , sekaligus untuk mengetahui terdapatnya perbandingan kemampuan mnyelesaikan soal antara soal bergambar dan soal cerita peserta didik kelas IX SMP Negeri 2 Maniangpajo. Penentuan sampel melalui teknik purposiv sampling. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini berupa instrumen tes tertulis. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial yaitu uji homogenitas dan uji t dua sampel. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan statistik deskriptif diperoleh rata-rata kemampuan menyelesaikan soal bergambar peserta didik kelas IX SMP Negeri 2 Maniangpajo berada pada kategori cukup dan kemampuan menyelesaikan soal cerita peserta didik kelas IX SMP Negeri 2 Maniangpajo berada pada kategori baik. Sedangkan hasil uji hipotesis yaitu t hitung ˃ t tabel sehingga terdapat perbedaan antara kemampuan menyelesaikan soal bergambar dan soal cerita peserta didik kelas IX SMP Negeri 2 Maniangpajo. Kata kunci: Kemampuan menyelesaikan soal, Soal bergambar, Soal cerita PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Dalam rangka pembangunan bangsa, pendidikan memegang peranan yang sangat penting. Oleh karena itu peningkatan mutu pendidikan pada semua jenis jenjang pendidikan perlu diupayakan untuk dapat mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas hidup manusia secara utuh dan menyeluruh. Untuk mencapai tujuan tersebut maka mutu pendidikan harus ditingkatkan guna melahirkan tunas-tunas bangsa yang berkualitas. Untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus pemerataan pendidikan telah ditempuh dengan berbagai macam cara dan upaya yang dilakukan oleh pihak-pihak yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, diantaranya pengadaan sarana dan prasarana yang memadai seperti perbaikan gedung, perubahan kurikulum sekolah, penataran guru mata pelajaran dan pengadaan buku paket. Dewasa ini rendahnya prestasi akademik/hasil belajar peserta didik menjadi persoalan belum terpecahkan. Guru adalah salah satu unsur penting yang bertanggung jawab untuk mencari penyelesaiannya. Fisika sebagai bagian dari ilmu pengetahuan yang peranannya begitu besar terhadap pembentukan peradaban manusia. Penemuan-penemuan baru mengejutkan di bidang tekhnologi adalah berkat fisika murni yang kemudian diaplikasikan ke dalam paket-paket tekhnologi yang banyak digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Sehingga dapat dikatakan bahwa pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan masa depan. Akan tetapi dalam dunia pendidikan hasil yang dicapai kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sebagaimana yang diungkapkan salah seorang guru bahwa kemampuan menyelesaikan soal-soal bergambar maupun soal-soal cerita masih sangat rendah. Pengevaluasian ini betul-betul perlu mendapat perhatian khusus agar dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru. Selain dari itu diperlukan suatu cara penyajian soal yang menarik seperti halnya membuat soal dalam bentuk yang berbeda dari sebelumnya. Dengan demikian peserta didik tumbuh dan berkembang secara wajar, guru sebagai pembimbing dan pemberi motivasi dapat bertindak secara bijaksana. Salah satu alat evaluasi adalah tes yang dapat memberi jawaban terhadap tingkat penguasaan peserta didik dalam suatu materi yang diteskan.Salah satu bentuk tes yang sering digunakan yaitu tes objektif. Tes objektif ini terkadang disajikan dalam bentuk soal-soal bergambar maupun soal-soal cerita.Pemberian tes pada peserta didik dapat