El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 2 No. 1 Tahun 2021 Hal. 77-100 ISSN: 2620-5998 (Print) 2721-7167 (Online) 77 Makna Material Culture dalam “Sarung” sebagai Identitas Santri Toto Sugiarto Pusat Studi Islam dan Kenegaraan (PSIK) Jakarta, Indonesia email: totosugiarto@risindonews.com Abstract In material culture as a concept of local culture and nation heritage, “sarong” also has non-material value, likes as a symbol of santri, heroism, social class, kindness and honor. Sarong with variuos size, color, motifs, and pattern shapes the person and society, even the identity of a nation, especially Indonesia. Sarong even became part of the symbol of religiosity and diversity of Indonesia. By borrowing Bung Karno's message that the task of future generations is nation character building, caring for and developing a sarong culture, it can be seen as an effort to care for and develop the nation's character. Therefore, this paper use approachs or perspectives : material culture concept, social class perspective, and nation characer building concept. Method of writing is literary studies and analysis content method by various in resorches that support this article. The result of exprloration indicate that sarong can be the symbol for nation building character and identity with meaning and history contents powerly. Keyword: Sarong, Material Culture, Social Class, Nation Character Building Abstrak Dalam budaya material (material culture) sebagai konsep budaya lokal dan warisan bangsa, "sarung" juga memiliki nilai non-material, seperti sebagai simbol santri, kepahlawanan (heroism), kelas sosial, kebaikan, dan kehormatan. Sarung dengan berbagai ukuran, warna, motif, dan pola membentuk orang dan masyarakat, bahkan identitas suatu bangsa, khususnya Indonesia. Sarung bahkan menjadi bagian dari simbol religiusitas dan keanekaragaman Indonesia. Dengan meminjam pesan Bung Karno bahwa tugas generasi mendatang adalah membangun karakter bangsa (nation character building), merawat dan mengembangkan budaya sarung, itu dapat dilihat sebagai upaya untuk merawat dan mengembangkan karakter bangsa. Oleh karena itu, makalah ini menggunakan pendekatan atau perspektif: konsep Material Culture, perspektif kelas sosial, dan konsep Nation Character Building. Metode penulisan adalah studi literatur dan analisis isi dari berbagai sumber yang mendukung artikel ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarung dapat menjadi simbol untuk karakter dan identitas pembangunan bangsa dengan makna dan isi sejarah yang kuat. Kata Kunci: Sarung, Budaya Material, Kelas Sosial, Pembangunan Karakter Bangsa