LENTERA : Vol.12, No.1, Maret 2012 1 PERUBAHAN SIFAT FISIKA INCEPTISOL AKIBAT PERBEDAAN JENIS DAN DOSIS PUPUK ORGANIK Muyassir 1 , Sufardi 2 , Iwan Saputra 3 1) Staf pengajar Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanan Unsyiah Banda Aceh 2) Staf pengajar Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanan Unsyiah Banda Aceh 3) Staf pengajar Jurusan Geografi, FKIP Ubudiyah Banda Aceh ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian bahan organik berbeda jenis dan dosis terhadap sifat fisika Inceptisol. Menggunakan rancangan acak kelompok dengan pola faktorial yaitu jenis dan dosis bahan organik. Penelitian percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial dengan respon yang diamati beberapa sifat fisika Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis dan dosis bahan organik secara tunggal dan interaksi berpengaruh sangat nyata dan nyata terhadap sifat-sifat fisika pada Inceptisol Krueng Raya yaitu penurunan berat volume tanah, peningkatan porositas total, indeks stabilitas agregat, permeabilitas tanah. Kata kunci : Pupuk Organik, Inceptisol I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Inceptisol merupakan salah satu ordo tanah yang tersebar luas di Indonesia yaitu sekitar 20,75 juta ha (37,5%) dari wilayah daratan Indonesia. Jenis tanah ini mempunyai produktivitas alami yang beragam karena tidak memiliki sifat fisik dan kimia tanah yang khas. Oleh karena itu pemanfaatan Inceptisol untuk masa akan datang perlu ditingkatkan secara maksimal khususnya yang telah mengalami pengelolaan intensif. Tanah-tanah ini mempunyai kadar unsur hara esensial yang rendah, terutama unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), sehingga perlu penambahan unsur hara. Pengelolaan tanah intensif dapat menyebabkan terjadinya kerusakan yaitu kerusakan sifat kimia, fisika dan biologi tanah. Kerusakan kimia tanah dapat terjadi karena proses pemasaman tanah, akumulasi garam-garam (salinisasi), tercemar logam berat, dan tercemar senyawa-senyawa organik dan xenobiotik seperti pestisida atau tumpahan minyak bumi (Djajakirana, 2001). Terjadinya pemasaman tanah dapat diakibatkan penggunaan pupuk nitrogen buatan secara terus menerus dalam jumlah besar (Brady, 1990). Kerusakan tanah secara fisik dapat diakibatkan karena kerusakan struktur tanah yang dapat menimbulkan pemadatan tanah. Kerusakan struktur tanah ini dapat terjadi akibat pengolahan tanah yang tidak tepat atau penggunaan pupuk kimia secara terus menerus. Kerusakan biologi ditandai oleh penyusutan populasi maupun berkurangnya biodiversitas organisme tanah, dan terjadi biasanya bukan kerusakan sendiri, melainkan akibat dari kerusakan lain (fisika dan atau kimia) (Ma’shum et al., 2003). Inceptisol Krueng Raya belum banyak dimanfaatkan untuk pertanian lahan kering secara maksimal karena keterbatasan ketersediaan air pada musim kemarau akibat dari rendahnya rata-rata curah hujan tahunan di daerah tersebut. Permasalahan lain adalah rendahnya status kesuburan tanah yang tercermin dari rendahnya produktivitas tanah. Salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas tanah adalah dengan pemberian bahan organik. Bahan organik selain memperbaiki sifat kimia dan biologi tanah juga dapat memperbaiki sifat fisika tanah antara lain; berat volume tanah, porositas total, pori aerasi dan pori air tersedia, stabilitas agregat tanah dan agregasi tanah (Juarsah, 2000).