10 Jurnal Rekayasa Elektrika Vol. 10, No. 1, April 2012 Perencanaan Kebutuhan Distribusi Sekunder Perumahan RSS Manulai II Evtaleny R. Mauboy dan Wellem F. Galla Jurusan Teknik Elektro, Universitas Nusa Cendana Jalan Adi Sucipto Penfui Kupang, Nusa Tenggara Timur email: rollanboy@yahoo.com I. INTRODUKSI Terdapat empat bagian penting dalam Sistem Tenaga Listrik yaitu pembangkitan, saluran transmisi, saluran distribusi dan beban. Saluran transmisi bertujuan agar mendekatkan jaringan listrik ke pusat-pusat beban setelah itu tenaga listrik tersebut didistribusikan melalui distribusi primer dan sekunder. Pada sistem ditribusi dibagi menjadi dua bagian yaitu distribusi primer dan distribusi sekunder. Distribusi primer meliputi jaringan tegangan menengah sedangkan distribusi sekunder meliputi jaringan tegangan rendah [1]. Untuk merencanakan suatu jaringan distribusi primer maupun distribusi sekunder harus memenuhi standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik [7]. Jaringan distribusi sekunder sangatlah penting guna memberikan suplai daya listrik pada konsumen dengan tepat serta menjamin kelangsungan penyaluran atau pelayanan dengan mutu tegangan dan frekuensi yang stabil, serta aman bagi masyarakat, konsumen dan lingkungannya. Perumahan RSS Manulai II direncanakan memiliki area yang sangat luas dengan jumlah rumah tinggal sebanyak kurang lebih 567 rumah sangat sederhana. Dengan kondisi ini dibutuhkan perhitungan dan perencanaan jaringan distribusi sekunder dan kapasitas transformator sehingga pelayanan suplai listrik ke perumahan ini tidak mengalami gangguan di kemudian hari. Diperlukan juga jaringan tegangan rendah dan transformator distribusi yang sesuai perencanaan yang baik untuk melayani beban pada perumahan tersebut. II. LANDASAN TEORI A. Sistem Distribusi Sekunder Sistem distribusi sekunder seperti pada Gambar 1 merupakan salah satu bagian dalam sistem distribusi, yaitu mulai dari gardu induk, transformator sampai pada pemakai akhir atau konsumen. Sistem distribusi ini merupakan bagian yang langsung berhubungan dengan konsumen, jadi sistem ini selain berfungsi menerima daya listrik dari sumber daya (transformator distribusi), juga akan mengirimkan serta mendistribusikan daya tersebut ke konsumen. Mengingat bagian ini berhubungan langsung dengan konsumen, maka kualitas listrik selayaknya harus diperhatikan.[2] B. Transformator Distribusi Fungsi Transformator distribusi adalah menurunkan level tegangan menengah ke tegangan rendah untuk kebutuhan distribusi ke perumahan atau level tegangan rendah. Sebagaimana halnya dengan komponen-komponen lain dari rangkaian distribusi, terdapat rugi-rugi energi dan jatuhnya tegangan yang disebabkan arus listrik yang mengalir menuju beban. Oleh karena itu perlu dilakukan penentuan untuk pemilihan kapasitas transformator dan lokasinya Abstrak—Perencanaan kebutuhan jaringan distribusi sekunder untuk sebuah kompleks perumahan adalah penting dengan memperhatikan beban perumahan, merencanakan jaringan distribusi, memilih jenis penghantar sesuai kebutuhan dan menentukan kapasitas transformator yang dibutuhkan. Dalam perencanaan ini, Perumahan RSS Manulai II merupakan jenis beban rumah tangga sangat sederhana. Perumahan ini dibagi menjadi dua area beban transformator yaitu A dan B. Jenis penghantar yang digunakan yaitu Twisted Cable NFA2X dengan ukuran 3x70mm; 3x35mm; 4x25mm; dan 2x10mm. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa losses dan jatuh tegangan pada jaringan masih dalam batas toleransi. Kapasitas transformator yang dibutuhkan untuk area transformator A sebesar 50 kVA, area transformator B sebesar 25kVA. Kata Kunci. Distribusi sekunder, penghantar, kapasitas transformator Abstract— Planning of secondary distribution for residence is important that should consider the load, plan the distribution network, choose the conductor and determine the transformer capacity needed. In this planning, Manulai II Resident is counted as simple household that the transformer is divided into two different areas A and B. Twisted Cable NFA2X size 3x70mm; 3x35mm; 4x25mm; and 2x10mm are used. The research shows that losses and voltage drop are still in tolerance limit and the capacity needed for area A is 50 kVA and 25 kVA for area B. Keywords. Secunder distribution, conductor, transformator capacity