Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 2, September 2021, Page 159-165 ISSN : 1978-3167 (Print), 2580-135X (Online) 159 Pengaruh Pelatihan terhadap Kompetensi Guru dalam Meningkatkan Aktivitas Motorik Halus (Feeding) Nurul Aktifah 1* , Nuniek Nizmah Fajriyah 2 , Firman Faradisi 3 1,2,3 Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, Indonesia *email: nurulaljihan@gmail.com Received:8-9-2021 Revised: 20-9-2021 Accepted: 22-9-2021 Abstract Cerebral Palsy (CP) is damage to the brain that is non-progressive and occurs in the process of child growth and development. One of the obstacles that arise in CP children is fine motor barriers. Handling Cerebral Palsy requires the participation of various disciplines, one of which is the teacher, but many teachers do not know the basic exercises to improve fine motor skills. Independent Training for Special School Teachers through the Provision of Therapeutic play is an effort to improve teacher competence in increasing fine motor activities in CP children. The purpose of this study was to determine the effect of training on improving teacher competence. The research design used a quasi-experimental design type one group pre post without control group design. Data analysis using Paired T test. The test results obtained p value 0.001 <α 0.05, this indicates that there is an effect of providing training on respondents' knowledge. This teacher competency improvement is expected to have an impact on improving the fine motor skills of CP children. Keywords: training, play intervention, fine motor Abstrak Cerebral Palsy (CP) merupakan kerusakan pada otak yang bersifat non-progresif dan terjadi pada proses tumbuh kembang anak. Hambatan yang muncul pada anak CP salah satunya adalah hambatan motoric halus. Penanganan CP membutuhkan peran serta berbagai disiplin ilmu, salah satunya adalah guru, namun banyak guru yang belum mengetahui latihan dasar untuk meningkatkan kemampuan motoric halus. Latihan Mandiri pada Guru SLB Melalui Pemberian Intervensi Bermain merupakan upaya untuk meningkatkan kompetensi guru dalam meningkatkan aktivitas motoric halus pada anak CP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap peningkatan kompetensi guru. Desain penelitian menggunakan quasi experiment design tipe one group pre post without control group design. Analisa data menggunakan uji Paired T test. Hasil uji didapatkan p value 0,001 <α 0,05, hal ini menunjukkan terdapat pengaruh pemberian pelatihan terhadap pengetahuan responden. Peningkatan kompetensi guru ini diharapkan akan berdampak pada peningkatan motoric halus anak CP. Kata kunci: pelatihan, intervensi bermain, motoric halus 1. Pendahuluan Cerebral Palsy (CP) merupakan kerusakan atau kelainan yang terjadi pada otak bersifat non- progresif terjadi pada proses tumbuh kembang anak. Kerusakan dan auatpun kelainan yang dialami dapat terjadi saat pada masa prenatal, perinatal ataupun postnatal. CP dapat mengakibatkan gangguan postur, gangguan control gerak dan gangguan kekuatan otot disertai dengan gangguan neurologis berupa spastik, kelumpuhan, kelainan mental dan gangguan basal ganglia dan serebellum. CP merupakan sindrom kerusakan saraf motoric yang terjadi secara sekunder dan menjadi lesi pada perkembangan otak. Lesi ini bersifat permanen tidak dapat disembuhkan akan tetapi dampak yang ditimbulkan dapat dikurangi atau perkecil [1].