ISBN 978-623-93343-1-4 Seminar Nasional Mahasiswa Ilmu Komputer dan Aplikasinya (SENAMIKA) Jakarta-Indonesia, 14 Agustus 2020 529 ANALISA SENTIMEN CYBERBULLYING DI JEJARING SOSIAL TWITTER DENGAN ALGORITMA NAÏVE BAYES Fajar Agus Maulana 1 , Iin Ernawati 2 Program Studi Informatika, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Jl. RS. Fatmawati, Pondok Labu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12450, Indonesia. fajaragusmaulana@gmail.com Abstrak. Tweet atau cuitan yang mengandung unsur cyber bullying bisa menyinggung dan menimbulkan permusuhan antar pengguna twitter. Penelitian ini menggunakan algoritma Naïve Bayes untuk proses klasifikasi dari tweet. Data yang digunakan ialah bersumber dari akun yang sering membuat tweet mengenai politik dengan menggunakan Twitter API (Application Programming Interface). Pada data latih tweet yang tidak mengandung unsur cyber bullying diberikan label positif, sedangkan tweet yang mengandung unsur cyber bullying diberikan label negatif. Hasil pengujian dengan data uji real time pada tanggal 12 Mei 2020 pukul 01.00 WIB mendapatkan nilai akurasi sebesar 76%. Metode ini cukup baik dalam mengklasifikasikan tweet positif dan negatif, namun pada proses pengujian penelitian ini dalam mendeteksi tweet yang mengandung unsur cyber bullying masih kurang baik, dikarenakan masih terdapatnya tweet yang tidak mengandung unsur cyber bullying didalam data latih yang memiliki label tweet negatif. Kata Kunci: Tweet, Cyberbullying, Klasifikasi Naïve Bayes. 1 Pendahuluan Media sosial ini semakin memperluas jangkauan sosial setiap penggunanya. Di media sosial, kita dapat menemukan, berkenalan dan berinteraksi dengan orang asing secara mudah. Kemudahan ini membuat setiap orang bebas (hampir tanpa batas) berbagi informasi dan saling berpendapat [1]. Namun saat ini banyak oknum pengguna media sosial yang melakukan penyalahgunaan untuk melakukan penghinaan ataupun pencemaran nama baik, hal tersebut masuk kedalam kategori cyberbullying. Cyberbullying atau intimidasi dunia maya atau penindasan dunia maya diartikan sebagai sebuah serangan yang dilakukan dengan sengaja dan dilakukan dalam dunia maya terhadap seseorang. Intimidasi atau pelecehan secara verbal secara terus menerus yang dilakukan didunia maya. cyberbullying dapat menyebabkan korban yang di intimidasi mengalami gangguan emosional. Berlatarkan kasus tersebut, maka perlu mengambil tindakan pencegahan agar tidak bermunculan korban cyberbullying. Menurut undang undang ITE, cyberbullying merupakan hal yang melanggar undang undang [2]. Salah satunya dengan melakukan analisis sentiment untuk mendeteksi tweet-tweet yang mengandung unsur cyberbullying. Penelitian ini menggunakan metode klasifikasi dengan Algoritma Naïve Bayes untuk mendeteksi tweets yang mengandung unsur cyberbullying di jejaring sosial twitter. Algoritma tersebut digunakan karena merupakan algoritma klasifikasi yang dapat mengolah data dalam jumlah besar dan menghasil akurasi yang cukup tinggi . 2 Landasan Teori 2.1 Analisis Sentimen Analisis sentimen merupakan sebuah teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi teks dapat dikategorikan masuk kedalam sentimen positif maupun sentimen negatif [3]. Dana nalisis sentimen adalah proses untuk menentukan emosi, sikap dan opini yang ada didalam teks dan diklasifikasikan menjadi sentimen positif maupun negatif [4]. Dari pendapat tersebut analisis sentimen merupakan proses untuk menentukan opini atau sentimen yang dikategorikan sebagai sentimen positif maupun sentimen negatif berdasarkan teks yang dibuat oleh seseorang.