Geokimia Pada Endapan Cu-Au Porfiri Brambang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat : 103 - 113 Jurnal GEOSAPTA Vol. 5 No.2 Juli 2019 103 GEOKIMIA PADA ENDAPAN Cu-Au PORFIRI BRAMBANG PULAU LOMBOK, NUSA TENGGARA BARAT Aji Syailendra Ubaidillah 1,2* , Arifudin Idrus 1 , I Wayan Warmada 1 & Syafruddin Maula 3 1 Department of Geological Engineering, Gadjah Mada University, Indonesia 2 Depatment of Mining Engineering, Universitas Muhammadiyah Mataram 3 PT. Buena Persada Mining Service (BPMS) e-mail: *aji.syailendra@gmail.com ABSTRAK Dijelaskan dalam makalah ini Mineralisasi Bijih dan Geokimia Batuan Samping prospek geologi brambang tembaga-emas porfiri didasarkan pada penelitian yang hadir, sebelumnya dan awal. Prospek dieksplorasi dengan perusahaan nasional PT. Buena Persada, terletak di barat daya Lombok Island, berjarak sekitar 50 km dari SW dari Mataram, ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat. Endapan mineralisasi dari endapan porfiri Cu-Au ditemukan paralel dengan tren struktural north-northwest di pulau Lombok. Endapan mineralisasi tersebut terdapat pada zona alterasi potasik. Singkapan intrusi yang banyak ditemukan pada tepi-tepi jalan di daerah Brambang menunjukkan urat-urat yang saling berpotongan membentuk stockwork dan dalam contoh outcrop menunjukkan potensi mineral bijih yang cukup melimpah. Batuan intrusi Tonalit menembus batuan Andesit dan unit batuan sedimen sehingga menghasilkan stockwork. Terdapat sesar utama di daerah penelitian dengan arah NE dan NW, sesar ini berfungsi sebagai media oleh batuan intrusi Tonalit untuk mengintrusi batuan asal. Selanjutnya terjadi multi fase intrusi pada stock tonalit, yang menghasilkan tonalit tua dan tonalit muda. Tonalit tua dan batuan dinding yang berdekatan akan menjadi host rock dengan mineralisasi tinggi, sedangkan Tonalit muda memiliki komposisi yang sama dengan intrusi tonalit tua, tetapi mineralisasinya tidak terlalu kuat. Kata-kata kunci: Mineralisasi Bijih, Geokimia Bijih, Stockwork, outcrop, Tonalit. PENDAHULUAN Daerah Brambang merupakan salah satu daerah di Lombok yang memiliki mineralisasi endapan porfiri Cu- Au. Daerah ini dikontrol struktur geologi yang signifikan, ditandai dengan hadirnya sesar geser yang berkembang dengan arah umum timur laut barat daya dan barat laut tenggara serta kekar. Kontrol struktur inilah yang menjadikan daerah ini memiliki potensi mineralisasi. Intrusi tonalit yang banyak tersingkap di tepi-tepi jalan Daerah Brambang menunjukkan urat-urat yang saling berpotongan membentuk stockwork dan dalam contoh setangan menunjukkan potensi mineral bijih yang cukup melimpah. Stockwork terbentuk akibat pengisian rekahan yang saling memotong oleh larutan hidrotermal (Ridley, 2013) Gambar-1. Peta lokasi daerah penelitian Lokasi Penelitian terletak di daerah Brambang, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Kabupaten Lombok Barat memiliki luas ± 10 km². Secara geografis daerah penelitian terletak pada koordinat X dan Y. Dusun Brambang terletak di Barat Daya Pantai Lombok (Gambar-1.). GEOLOGI BRAMBANG Geologi daerah Brambang dimulai pada Kala Oligosen Akhir, yaitu dengan dimulainya aktivitas tektonik yang diikuti oleh kegiatan gunungapi yang menghasilkan breksi vulkanik Formasi Pengulung dan tuf Formasi Kawangan. Kegiatan gunungapi ini berlangsung hingga Miosen Awal pada kondisi gunungapi berada pada lingkungan terestrial. Aktivitas tektonik ini berasal dari subduksi lempeng Samudra Hindia-Australia ke Lempeng Benua Eurasia. Fisiografi Brambang merupakan bagian dari Satuan Geomorfologi Perbukitan Bergelombang di bagian selatan Pulau Lombok. Pegunungan di selatan ini membentang dari Jawa bagian selatan ke arah timur melalui bagian selatan Bali, Lombok, hingga Sumbawa (Indarto dkk., 1997). Pegunungan Selatan ini merupakan jalur pegunungan lipatan Tersier yang tersusun oleh asosiasi batuan volkanik calk-alkaline dan sedimen marine yang berumur Miosen (Van Bemmelen, 1949). Daerah penelitian memiliki ketinggian berkisar dari ± 50 meter hingga ± 400 meter (Mangga dkk., 1994), (Sudrajat dkk., 1998), (Indarto dkk., 1997), (Clode & Pratama, 2002) dan (Rompo dkk., 2012). Pada kala Miosen Tengah terjadi kegiatan magmatik yang ditandai munculnya sebuah retas dasit yang menerobos Formasi Pengulung dan Formasi Kawangan (Mangga, dkk., 1994) Gambar-2. Terobosan batuan ini mengakibatkan proses ubahan dan mineralisasi bijih sulfida serta hadirnya urat-urat kuarsa pada batuan yang diterobosnya (Gambar-3). Gambar-3 menunjukkan peta Geologi di daerah Brambang dengan batuan andesit yang di intrusi tonalit serta penampakan stockwork disebelah utara dan tenggara dari intrusi tonalit tersebut.