PROSIDING SEMINAR NASIONAL ”Pengembangan Sumber Daya Pedesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan II” Purwokerto, 27-28 Nopember 2012 232 ISBN: 978-979-9204-79-0 KERAGAAN AGRONOMIK GALUR-GALUR PADI SALIN UNSOED PADA LAHAN NON SALIN Suprayogi, Dyah Susanti dan Anung Slamet Dwi Putranto Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman suprayogi2004@yahoo.com ABSTRAK Evaluasi galurpadi salin UNSOED-7, UNSOED-8, UNSOED-9 dan UNSOED-10 telah dilakukan bersama dengan galur padi salin dari BB Padi IR78788-B-B-10-1-2-4-AJY1 di Nusawungu-Cilacap, Banyuurip-Purworejo dan Pemalang-Pemalang dari bulan April sampai September 2012.Sebagai kontrol disertakan varietas Siak Raya, Dendang, Atomita-2 dan Cisadane.Percobaan menggunakan rancangan petak RAKL tiga ulangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaan agronomik galur-galur padi salin UNSOED dan BB Padi yang diuji sangat dipengaruhi oleh interaksi genetik x lingkungan.Hal ini menunjukkan genotipa- genotipa yang diuji mempunyai okasi spesifikuntuk pertumbuhan dan hasil yang optimum.Secara umum, galur-galur toleran salin UNSOED-7, UNSOED-8, UNSOED-9 dan UNSOED-10 juga potensial untuk dibudidayakan di lahan sawah non salin. Kata kunci: padi toleran salin, UNSOED-7, UNSOED-8, UNSOED-9 dan UNSOED-10 ABSTRACT Evaluation of saline tolerant breeding lines UNSOED-7, UNSOED-8, UNSOED-9 and UNSOED-10 has been carried out, together with saline tolerant breeding line from Indonesian Institute for Rice Research IR78788-B-B-10-1-2-4-AJY1 at Nusawungu-Cilacap, Banyuurip- Purworejo and Pemalang-Pemalang from April to September 2012. Siak Raya, Dendang, Atomita-2 and Cisadane were included as the check varieties. The trials have used RCBD with three replications. The result demonstrated that agronomic performances of saline tolerant breeding lines of UNSOED and BB Padi Sukamandi was significantly influenced by genetic x environment interaction. This indicated that each evaluated genotype required a specific growing environment for optimum growth and yield. In general, saline tolerant breeding lines UNSOED-7, UNSOED-8, UNSOED-9 dan UNSOED-10werealso potential to be cultivated in non-saline rice field. Keywords: saline tolerant rice, UNSOED-7, UNSOED-8, UNSOED-9 and UNSOED-10. PENDAHULUAN Padi atau berasadalah komoditas pertanian yang tidak hanya penting karena merupakan makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia, tetapi juga mempunyai nilai ekonomis yang strategis karena banyak penduduk yang penghasilannya bergantung pada sektor produksi padi dari proses hulu sampai hilir. Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian sejak tahun 1970-an telah berupaya meningkatkan produktivitas padi melalui pengembangan teknologi-teknologi tepat guna yang dapat menunjang program intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi dan rehabilitasidalam rangka peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat petani serta untuk menunjangKetahanan Pangan Nasional (Amang dan Sawit, 1999; Djafar, 2002).Puncak keberhasilan program pemerintah dalam peningkatan produksi padi adalah tercapainya swasembada beras pada tahun 1984.Akan tetapi setelah itu, peningkatan produksi padi mengalami pelandaian antara 0.5-1%. Pada tahun 2010,