248 Prosiding Seminar Nasional dan Call for Papers ”Pengembangan Sumber Daya Perdesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan IX” 19- 20 November 2019 Purwokerto “Tema: 3 (pangan, gizi dan kesehatan)” PENINGKATAN KUALITAS BERAS PROTEIN TINGGI MELALUI PENANGANAN PASCAPANEN GABAH DI DESA DAWUHAN, KECAMATAN PADAMARA, KABUPATEN PURBALINGGA, PROVINSI JAWA TENGAH Oleh Dyah Susanti, Rifah Ediati, Totok Agung Dwi Haryanto Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dyahsusanti.unsoed@gmail.com ABSTRAK Desa Dawuhan merupakan salah satu desa di Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga yang sedang menggeliat untuk mengembangkan agroindustri berbasis padi. Petani yang semula menjual hasil panen berupa gabah, dikelola oleh Kelompok Karya Utama I mulai ditingkatkan nilai tambahnya melalui pengolahan padi menjadi beras. Penjualan dalam bentuk beras ini dapat meningkatkan nilai jual dan pendapatan petani dibandingkan jika kelompok tani menjual dalam bentuk gabah. Permasalahan yang dihadapi adalah kurangnya wawasan petani mengenai penanganan panen dan pasca panen serta pemilihan varietas unggul yang dapat menghasilkan beras yang memiliki nilai komersial tinggi, termasuk beras premium dan beras khusus. Permasalahan lain yang dihadapi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan melalui kegiatan usaha tani ini adalah usaha sampingan masyarakat yaitu pembuatan batu bata dari tanah sawah yang digunakan untuk usaha pertanian. Kondisi ini menyebabkan produksi padi di desa tersebut menurun, karena berkurangnya tingkat kesuburan lahan sawah akibat lapisan atas (top soil) sebagian besar diambil untuk pembuatan batu bata. Kedua permasalahan ini dapat diupayakan pemecahannya melalui pemanfaatan inovasi teknologi berupa varietas unggul padi protein tinggi yang dirakit oleh peneliti Fakultas Pertanian Unsoed. Inovasi padi protein tinggi super pulen ini telah mendapatkan tanda daftar varietas hasil pemuliaan tanman dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perijinan Pertanian (Pusat PVTPP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Padi ini juga telah mendapatkan penghargaan dari Business Innovation Center, LIPI sebgai 109 Inovasi Indonesia Prospektif tahun 2017. Padi ini dapat berproduksi tinggi pada kondisi lahan marginal, memiliki kandungan protein tinggi serta kualitas fisik beras dan kualitas tanak yang menyamai padi japonica yang termasuk kategori beras khusus. Melalui Program PPM Berbasis Riset, kelompok Tani Karya Utama 1 mengenal varietas padi protein tinggi dan varietas padi lain yang dapat menghasilkan beras khusus, dan mengetahui teknik penanganan pasca panen serta pengemasan yang mendukung kualitas beras khusus yang dihasilkan. Diharapkan dari program ini, kelompok Tani Karya Utama I Desa Dawuhan Kecamatan Padamara, kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah ini memiliki kesiapan dalam pengembangan agroindustri beras khusus yang mempu mendukung kedaulatan pangan nasional berkelanjutan. Kata kunci: beras khusus, protein tinggi, penyimpanan, kadar air gabah, pascapanen