Jurnal Transportasi Vol. 6 No. 1 Juni 2006: 39-50 39 ANALISIS KINERJA PELAYANAN SIMPANG BERSINYAL JALAN URIP S. – JALAN A.P. PETTARANI – JALAN TOL REFORMASI DI KOTA MAKASSAR Sumarni Hamid Aly Dosen Jurusan Teknik Sipil Fak. Teknik Univ. Hasanuddin Jln. Perintis Kemerdekaan Km 10 Tamalanrea,Makassar Telp./Faks. : 0411-587636 E-Mail: sumarni_ha@yahoo.com Muh. Isran Ramli Dosen Jurusan Teknik Sipil Fak. Teknik Univ. Hasanuddin Jln. Perintis Kemerdekaan Km 10 Tamalanrea,Makassar Telp./Faks. : 0411-587636 E-Mail: muhisran@yahoo.com Abstrak Permasalahan kemacetan dan antrian di Kota Makassar pada umumnya terjadi pada persimpangan bersinyal, khususnya pada area sebelum dan atau kaki simpang. Untuk itu, studi ini bertujuan menganalisis kinerja pelayanan simpang bersinyal pada Jalan Urip Sumoharjo – Jalan A.P. Pettarani – Jalan Tol Reformasi. Survei data yang dilakukan meliputi pencatatan volume lalu lintas, jumlah jenis kendaraan, tundaan, pengukuran geometrik jalan. Survei dilakukan pada hari sabtu sampai jumat.Adapun periode waktu survei terdiri dari jam 07.00 - 10.00, 11.00 - 14.00, dan 15.00 - 18.00. Analisis kinerja persimpangan meliputi parameter derajat kejenuhan , panjang antrian, tundaan, tingkat pelayanan, yang megacu pada MKJI 1997. Dari hasil analisa data diperoleh nilai-nilai kinerja persimpangan pada kondisi puncak derajat kejenuhan 0,9, panjang antrian 77.4 smp pada pendekat Jln. Urip Sumoharjo Barat, tundaan 199 det/smp pada pendekat Jln. A.P. Pettarani, tingkat pelayanan sebesar 213,6 hal ini menunjukkan bahwa persimpangan Jln. Tol Reformasi, Jln. Urip Sumoharjo dan Jln. A. P. Pettarani berada pada tingkat pelayanan F. Kata-kata kunci: kinerja pelayanan, simpang bersinyal, lalulintas PENDAHULUAN Permasalahan kemacetan dan antrian dikota makassar pada umumnya terjadi pada persimpangan (baik persimpangan bersinyal maupun tak bersinyal), khususnya pada area sebelum dan atau kaki simpang dalam konteks pemecahan masalah tersebut studi ini, bertujuan untuk menganalisis kapasitas pada Jalan Urip Sumoharjo – Jalan A.P. Pettarani – Jalan Tol Reformasi pada tanggal 25 Juni–1 Juli 2005, dan menganalisis tingkat pelayanan Jalan Urip Sumoharjo – Jalan A.P. Pettarani – Jalan Tol Reformasi pada masa yang akan datang. Pengguna jasa transportasi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, maka dari itu diperlukan adanya penambahan kebutuhan fasilitas jalan guna memenuhi tingkat pelayanan yang baik serta kepuasan dari pengguna jasa itu sendiri, dan itu merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan bagi pihak pengelola jalan. Dari uraian diatas, studi mencoba mengkaji lebih jauh mengenai kondisi kinerja pelayanan Simpang Bersinyal Jln. Urip S. – Jln. AP. Pettarani – Jln. Tol Reformasi di Kota Makassar, sehingga nantinya dapat digunakan sebagai dasar dan masukan dalam pengambilan kebijakan lebih lanjut oleh pihak Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Transportasi