Jurnal Kompetensi Teknik Vol. 10, No.2, November 2018 29 Pengaruh model sistem saluran pada cetakan permanen terhadap struktur mikro dan kekerasan hasil pengecoran alumunium komponen motor listrik DC Muhamad Suharno 1 , Rusiyanto 2 , Samsudin Anis 3 1,2 Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang. 3 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang. 1 suharnomuhammad93@gmail.com, 2 me_rusiyanto@mail.unnes.ac.id, 3 samsudin_anis@mail.unnes.ac.id, ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem saluran pada cetakan permanen terhadap struktur mikro dan kekerasan hasil pengecoran aluminium. Penelitian dilakukan dengan membuat tiga sistem saluran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Analisis data yang digunakan menggunakan analisis deskriptif. Data yang diperoleh dari hasil pengujian berupa angka atau bilangan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik, sedangkan data berupa gambar disajikan dalam bentuk tabel dan dideskripsikan berdasarkan hasil analisis yang dilakukan. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan model B memiliki struktur lebih halus dari model A, dan model C memiliki struktur paling halus diantara model A dan B. Hasil pengujian kekerasan vickers menunjukkan model saluran A memiliki nilai kekerasan yang paling tinggi yaitu 100,4 VHN. Penuangan logam cair dalam waktu sesingkat mungkin akan mempengaruhi panjang alir dan proses pembekuan. Semakin cepat logam cair memenuhi rongga cetakan maka proses pembekuan akan semakin cepat, dan nilai kekerasan semakin tinggi. Kata Kunci: Pengecoran, Aluminium, Sistem Saluran, Struktur Mikro, Kekerasan 1. Pendahuluan Aluminium adalah logam ringan yang mempunyai ketahanan korosi yang baik, densitas yang rendah, mudah dibentuk dan memiliki daya konduktivitas yang tinggi, baik sebagai penghantar panas maupun listrik. Aluminium dimanfaatkan dalam berbagai bidang, bukan hanya untuk peralatan rumah tangga tapi juga di pakai untuk keperluan industri. Aluminium banyak digunakan dalam berbagai aplikasi, dapat dicor menjadi bermacam-macam bentuk dan mempunyai sifat dan tahan korosi. Produk-produk aluminium sering dihasilkan melalui proses pengecoran (casting) dan pembentukan (forming). Pengecoran merupakan suatu proses manufaktur yang menggunakan logam cair dan cetakan untuk menghasilkan parts dengan bentuk yang mendekati bentuk geometri produk jadi (Hermawan, 2013). Untuk membuat coran yang baik harus dilakukan proses-proses seperti: pencairan logam, membuat cetakan, menuang dan membersihkan coran. Dalam persiapan pengecoran perlu memperhatikan bahan cetakan yang berpengaruh signifikan terhadap panas tertinggi dari bahan dan fluks (Prabhu, 2004). Selain itu, kebersihan furnace juga perlu diperhatikan, Wang (2013) berpendapat bahwa furnace logam yang bersih dapat untuk melelehkan logam daur ulang dengan baik. Lebih lanjut Hines (2004) menambahkan bahwa kondisi dinding pembatas memainkan peran utama di dalam perlakuan termal selama pengecoran. Akan tetapi dalam proses pengecoran logam masih banyak hasil coran yang tidak sesuai dan memiliki banyak cacat. Cacat dalam pengecoran logam dapat mempengaruhi struktur mikro dan kekerasan dari hasil coran. Dalam pengecoran logam terdapat beberapa hal yang mempengaruhi kualitas hasil coran dan mengurangi terjadi cacat coran, yaitu saluran turun, riser, temperatur tuang, proses penuangan, dan keadaan penuangan (Surdia, 2000).