SCRIPTA BIOLOGICA | VOLUME 4 | NOMER 2 | JUNI 2017 | 119124 | HTTPS://DOI.ORG/10.20884/1.SB.2017.4.2.404 | http://scri.bio.unsoed.ac.id 119 ANALISIS BIOMASA DAN CADANGAN KARBON PADA BERBAGAI UMUR TEGAKAN DAMAR (Agathis dammara (Lamb.) Rich.) DI KPH BANYUMAS TIMUR ZINATUL UTHBAH, EMING SUDIANA, EDY YANI Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Jalan dr. Suparno 63 Purwokerto 53122 ABSTRACT The increased carbon dioxide content in the atmosphere has caused the worrying global climate change. Forests serve as a valuable asset that can absorb and store carbon in the form of biomass. A typical forest having potential as a carbon sink is Amboina Pitch Tree also know as Damar Tree. The amount of carbon stored by forest standing is very dynamic and varies according to the age of its standing. Therefore, this study was aimed to determine the effect of age on biomass and carbon stocks of Damar Tree standing, to determine the relationship between the age and biomass and carbon stocks of Damar Tree standing, and to ascertain the optimal age of Dammar Tee standing in storing biomass and carbon stocks. This research was conducted at the Damar Tree standing of RPH Karang Gandul, KPH Banyumas Timur in May 2016. The method used was a survey with cluster random sampling as a sampling technique. The Damar Tree standing utilized in this study was categorized into five groups of age each with five replicates. Data were analyzed using ANOVA followed by LSD with an error rate of 5%. The regression analyses were computed to determine the relationship of age with biomass and carbon stocks of Damar Tree standing. The results showed that the age effected on biomass and carbon stocks of Damar Tree standing, and the relationship between the age of Damar Tree standing with biomass and carbon stocks were quadratic. This study found the peak age of Damar Tree standing in storing biomass and carbon stocks was at 35 years old. KEY WORDS: biomass, carbon stocks, Damar Tree standings Penulis korespondensi: EMING SUDIANA | email: jungki_sudiana@yahoo.co.id PENDAHULUAN yang mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Perubahan iklim global tersebut disebabkan oleh terakumulasinya Gas Rumah Kaca (GRK). Emisi gas rumah kaca yang paling besar adalah CO2. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menanggulangi perubahan iklim global dengan cara menurunkan emisi CO2. Menurut Djaenudin et al. (2015), emisi CO2 dapat diturunkan melalui beberapa kegiatan antara lain dengan mengelola hutan secara lestari, mengkonservasi cadangan karbon serta meningkatkan cadangan karbon hutan. Jenis hutan yang potensial mengurangi GRK di atmosfer melalui penyimpanan dalam biomasa sebagai cadangan karbon adalah hutan damar (Putri & Wulandari, 2015). Hutan damar adalah hutan yang didominasi oleh pohon damar. Hutan damar dikembangkan sebagai hutan produksi yang dikelola oleh Perhutani. Salah satu unit pengelolaan Perhutani yang mengembangkan hutan damar adalah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur. Luas hutan damar yang dikelola oleh KPH Banyumas Timur mencapai 17.552,80 ha (Perum Perhutani KPH Banyumas Timur, 2009). Sebagaimana manfaat hutan pada umumnya. hutan damar memiliki manfaat secara ekonomis maupun ekologis. Secara ekonomis, hutan damar dapat dimanfaatkan dari getah dan kayunya. Getah pohon damar berasal dari kulit kayu yang mengeluarkan resin bening atau biasa dikenal dengan sebutan kopal. Kopal banyak digunakan untuk pembuatan pelitur dan pembuatan minyak pelapis lantai sedangkan kayu damar biasanya digunakan untuk pembuatan korek api, perabot rumah tangga, vinir yang bermutu baik, kayu lapis, dan pulp (Nurhasybi & Sudrajat, 2001). Secara ekologis, hutan damar dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan perubahan iklim global karena kemampuannya dalam menyerap karbondioksida di atmosfer. Kemampuan tegakan damar dalam menyerap dan menyimpan karbon dapat diketahui dari biomasa tegakan. Biomasa tegakan dapat diduga menggunakan persamaan allometrik yang parameternya berupa diameter batang tegakan. Besarnya diameter batang tegakan menyebabkan semakin besar biomasa dan karbon yang tersimpan, demikian juga sebaliknya, semakin kecil diameter tegakan maka semakin kecil biomasa dan karbon yang tersimpan di dalamnya (Putri & Wulandari, 2015). Tingginya jumlah karbon yang disimpan tegakan damar dalam bentuk biomasa dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain keragaman jenis pohon, jenis tanah, produksi seresah, dan umur pohon. Faktor- faktor tersebut secara tidak langsung akan menyebabkan perbedaan jumlah karbon yang tersimpan antar lahan. Jumlah karbon antar lahan bergantung pada keragaman dan kerapatan tumbuhan, kesuburan tanah serta cara pengelolaannya (Hairiah & Rahayu, 2007). Jumlah biomasa hutan dan cadangan karbon juga sangat bergantung pada proses fisiologis tumbuhan yaitu fotosintesis. Besarnya laju fotosintesis tegakan berhubungan dengan kandungan klorofil, jumlah stomata persatuan luas daun, dan umur tegakan. Semakin besar luas daun tegakan persatuan lahan akan semakin meningkatkan besarnya CO2 yang diserap oleh tegakan. Luas daun akan bertambah banyak