ISSN 0125 - 1790 (print), ISSN 2540-945X (online)
Majalah Geograf Indonesia Vol. 33, No.1, Maret 2019 (48-56)
DOI: 10.22146/mgi.35570
©2019 Fakultas Geograf UGM dan Ikatan Geograf Indonesia (IGI)
Hidrogeomorfologi dan Potensi Mata Air Lereng Barat Daya Gunung Merbabu
Arif Ashari
1
dan Edi Widodo
2
Diterima: 2018-05-17 /Refsi:2019-02-14 Disetujui:2019-03-27
©2019 Fakultas Geograf UGM dan Ikatan Geograf Indonesia (IGI)
Abstrak Karakteristik bentanglahan pada suatu wilayah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi distribusi
spasial mata air. Penelitian ini dilaksanakan pada lereng barat daya Gunung Merbabu dengan tujuan: (1) menganalisis
persebaran mata air berdasarkan satuan bentuklahan, (2) menganalisis jenis mata air serta kualitas dan kuantitas air.
Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode survei dengan pengambilan sampel secara sistematik. Analisis data
dilakukan secara deskriptif dengan memperhatikan aspek spasial didukung analisis SIG dengan analisis tetangga ter-
dekat (nearest neighbour analysis) dan pencocokan. Hasil penelitian: (1) terdapat pola persebaran mata air di Lereng
Barat daya Gunung Merbabu pada perbatasan lereng gunungapi dengan kaki gunungapi dan kaki gunungapi dengan
dataran kaki gunungapi. Kedudukan mata air berada pada ketinggian 1000-1500 mdpal yang menunjukkan sistem sa-
buk mata air vulkanik. Pola persebaran mata air yang relatif tidak teratur menunjukkan mulai bekerjanya proses de-
nudasi pada morfologi kerucut vulkan Merbabu. (2) berdasarkan pengamatan pada 30 sampel mata air, diketahui jenis
mata air umumnya berupa mata air deprasi, debit bervariasi antara 0,057 liter/detik hingga 2 liter/detik. Kualitas air
yang meliputi Parameter suhu air, pH, daya hantar listrik DHL, dan oksigen terlarut DO relatif seragam.
Abstract Characteristics of landscape in a region is one of the factors afecting spatial distribution of springs. Tis research
was conducted on the southwestern fank of Merbabu Volcano with the aim: (1) analyze the distribution of springs based
on the unit of landform. (2) analyze the type of springs as well as the quality and quantity of water. To achieve this objec-
tive, survey method with systematic sampling is used. Data analysis was done descriptively by considering spatial aspect
supported by GIS analysis with nearest neighbour analysis and matching. Te results: (1) there is a spreading pattern in the
southwestern fank of Merbabu Volcano on the border of the volcanic slope with volcanic foot and the volcanic foot with
volcanic foot plain. Te position of the spring is at an altitude of 1000-1500 masl mdpal which shows the system of the vol-
canic spring belt. Te relatively irregular spreading pattern of spreading indicates the beginning of the process of denudation
in the morphology of Merbabu volcanic cone. (2) based on observations on 30 samples of springs, it is known that the type
of springs is generally a fssure spring gap spring, the discharge varies between 0.057 liter/sec to 2 liter/sec. Water quality
Parameter that includes water temperature, pH, electrical conductivity DHL, and dissolved oxygen DO is relatively uniform.
Keywords: hydrogeomorphology, spring, Merbabu volcano
Kata kunci: hidrogeomorfologi, mata air, Gunung Merbabu
PENDAHULUAN
Keberadaan sumberdaya air di permukaan
bumi sebagai sumberdaya alam utama pendukung
kehidupan sangat penting untuk diidentifkasi dan
diinformasikan. Airtanah ditinjau dari aspek kualitas
maupun kuantitasnya merupakan salah satu sumber
yang potensial untuk dimanfaatkan dalam memenuhi
kebutuhan akan sumberdaya air. Dengan kuantitas
mencapai 96% air tawar di permukaan bumi (tidak
termasuk es di kutub), airtanah merupakan sumber
air minum utama. Selain jumlahnya yang cukup
banyak, airtanah juga memiliki kualitas yang lebih
baik daripada air permukaan atau air hujan (Purnama,
2010). Distribusi airtanah di permukaan bumi
bervariasi, salah satunya dipengaruhi oleh kondisi
geomorfologis sebagai faktor yang ikut menentukan
karakteristik akuifer. Antar berbagai bentuklahan
dapat memiliki kuantitas dan kualitas air yang berbeda.
Bentuklahan vulkanik termasuk wilayah yang
memiliki potensi sumberdaya air tinggi Santosa,
(2006); Sutikno et al., (2007) Hal ini dipengaruhi oleh
karakteristik material penyusunnya yang terbentuk
dari pengendapan material lepas berukuran halus
hingga kasar (piroklastik) serta batuan padu. Morfologi
kerucut vulkan juga mendorong terbentuknya
hujan orografs sehingga wilayah ini memiliki curah
hujan yang banyak. Tingginya potensi sumberdaya
air pada bentuklahan vulkanik biasanya dicirikan
oleh munculnya sabuk mata air di sepanjang tekuk
lereng (break of slope) yang berada pada satuan
bentuklahan lereng dan kaki vulkan (Santosa, 2006).
Bagi masyarakat yang bertempat tinggal pada wilayah
vulkan keberadaan mata air sangat penting karena
mempermudah dalam perolehan sumberdaya air.
Dengan demikian informasi mengenai distribusi
mata air beserta karaktersitiknya sangat dibutuhkan.
1
Jurusan Pendidikan Geograf Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta
2
Program Studi Pendidikan Geograf Program Magister Universitas Negeri Yogyakarta
Korespondent E-mail: arif.ashari@uny.ac.id