3697 Disappearing Anomaly di Bursa Efek Indonesia A.A. Rai Niti Darmika Sukawati 1 Dewa Gede Wirama 2 1,2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Indonesia *Correspondences : nitids1997@gmail.com ABSTRAK Tujuan penelitian adalah menganalisis apakah terjadi disappearing anomaly di Bursa Efek Indonesia, khususnya untuk Monday effect dan January effect. Analisis dilakukan dengan membandingkan kedua anomali tersebut pada dua periode, yaitu yahun 2011 hingga 2015 dan tahun 2016 hingga 2020. Penelitian menggunakan sampel perusahaan yang konsisten terdaftar pada Indeks Kompas100 selama periode pengamatan, dengan jumlah sampel yang terdiri atas 42 perusahaan. Teknik analisis yang digunakan adalah uji beda dengan independent sample t-test. Hasil pengujian menunjukan bahwa Monday effect pada periode 2016-2020 secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan Monday effect periode 2011-2015, tetapi tidak terdapat perbedaan January effect yang signifikan pada kedua periode tersebut. e-ISSN 2302-8556 Vol. 32 No. 2 Denpasar, Februari 2022 Hal. 3697-3711 DOI: 10.24843/EJA.2022.v32.i02.p08 PENGUTIPAN: Sukawati, A. A. R. N. D. & Wirama, D. G. (2022). Disappearing Anomaly di Bursa Efek Indonesia. E-Jurnal Akuntansi, 32(2), 3697-3711 RIWAYAT ARTIKEL: Artikel Masuk: 11 Januari 2022 Artikel Diterima: 14 Februari 2022 Kata Kunci: Disappearing Anomaly; January Effect; Monday Effect. Disappearing Anomaly on the Indonesia Stock Exchange ABSTRACT The purpose of this research is to analyze whether there is a disappearing anomaly on the Indonesia Stock Exchange, especially for the Monday effect and January effect. The analysis was carried out by comparing the two anomalies in two periods, namely 2011 to 2015 and 2016 to 2020. The study used a sample of companies that were consistently listed on the Kompas100 Index during the observation period, with a total sample consisting of 42 companies. The analysis technique used is a different test with independent sample t-test. The test results show that the Monday effect in the 2016-2020 period is significantly lower than the Monday effect for the 2011-2015 period, but there is no significant difference in the January effect in the two periods. Keywords: Disappearing Anomaly; January Effect; Monday Effect. Artikel dapat diakses : https://ojs.unud.ac.id/index.php/Akuntansi/index