JURNAL ILMIAH FARMASI IMELDA Vol.3, No.2, September 2019 57 EFEK PEMBERIAAN VITAMIN C TERHADAP PROFIL FARMAKOKINETIKA NATRIUM DIKLOFENAK DENGAN DATA URIN KUMULATIF PADA TIKUS PUTIH JANTAN Zola Efa Harnis Dosen Prodi S1Farmasi, STIKes Imelda, Jalan Bilal Nomor 52 Medan E-mail: zolaefaharnisgh@gmail.com ABSTRAK Telah dilakukan penelitiaan tentang pengaruh pemberiaan vitamin C terhadap absorbsi Natrium Diklofenak pada tikus putih jantan secara oral. Seperti yang diketahui, vitamin C dapat meningkatkan aktifitas metabolisme dan aktifitas eksresi suatu obat. Oleh karena itu ingin diketahui pada penelitiaan ini yang dilihat dari data urin kumulatif. Penelitiaan ini dibedakan dari dua perlakuaan yaitu tanpa pemberiaan vitamin C dan dengan pemberiaan vitamin C 50mg/kg BB selama 7 hari berturut-turut. Natrium Diklofenak diberikan dengan dosis 25 mg/kg BB. Pada masing-masing perlakuaan menggunakan toluen sebagai pengawet dan etanol 96 % untuk mengendapkan protein pada urin tikus, tikus yang digunakan 6 ekor disetiap perlakuaan. Kadar Natrium Diklofenak di tentukan dengan spektrofotometri ultraviolet pada panjang gelombang 280 nm. Kemudiaan dihitung nilai parameter vitamin c terhadap parameter Natrium Diklofenak dengan analisis statistik uji beda antar dua mean.. Hasil penelitiaan menunjukaan bahwa peningkatan kapasitas eksresi Natrium Diklofenak memalui ginjal tidak dapat ditemukan kembali dalam urin. Hal ini diketahui dari nilai Ae , tanpa pemeberiaan vitamin C 70,8776 ± 14,8825 mengalami penurun yang tidak bermakna 65,9726±16,2232. Penurunan nilai Ae diikuti dengan meningkanya laju ekresi Na diklofenak (Ku) yang bermakna (p<0,05), meningkatnya nilai Ku tersebut menunjukkan adanya kemampuaan ginjal dalam mengekresikan Na diklofenak. Selian itu, pada nilai t ½ eliminasi menunjukaan penurunan yang berarti Natrium diklofenak dalam tubuh menjadi lebih kecil setelah pemberiaan vitamin C. Pemberiaan vitamin c 50 mg/kg BB mempengaruhi aktifitas metabolisme dan eksresi dimana Km dan Kel meningkat secara bermakana (p<0,05). Kata kunci: Na-diklofenak, Vitamin C,parameter farmakokinetika, urin kumulatif. PENDAHULUAN Natrium diklofenak merupakan derivat sederhana fenil asetat yang termasuk Non- Steroidal Anti-Inflammatory Drug (NSAID) yang terkuat anti radangnya (Emami, et al., 2007) dan dianjurkan untuk kondisi peradangan kronis seperti artritis rematoid, osteoarthritis, pengobatan nyeri otot rangka akut dan pasca pembedahan analgesia (Yilmaz et al., 2011). Natrium diklofenak mengalami first past metabolism sehingga hanya 50% obat yang mencapai sirkulasi sistemik. Absorpsi natrium diklofenak melalui saluran cerna berlangsung cepat dan lengkap. Obat ini terikat 99% pada protein plasma dengan waktu paruh yang singkat 1-2 jam (Anggraeni et al, 2012). Natrium diklofenak memiliki nilai pKa4, di mana praktis tidak larut dalam larutan asam, tetapi larut dalam cairan usus (Robinson, et al., 1995). Jadi absorpsi obat diklofenak secara oral tidak dipengaruhi oleh pH lambung (Alioth, et al., 1993). Vitamin C merupakan vitamin yang larut dalam air yang mudah diserap dan cepat diekresi lewat urin. Eksresi melalui urin dalam bentuk utuh dan bentuk garam sulfatnya terjadi jika kadar dalam darah melewati ambang rangsang ( Ganiswara, 2000). Vitamin C banyak terdapat di sayuran, serta buah-buahan terutama jenis sitrus. Dalam tubuh terdapat di banyak brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Direktori Jurnal Elektronik Universitas Imelda Medan