Jurnal Format Volume 6 Nomor 2 Tahun 2017 :: ISSN : 2089 -5615 67 Otomatisasi Pengiriman Informasi via SMS Shintya Yulianti 1 , Muhammad Rifqi 2 Rusdah 3 1,3, Universitas Budi Luhur, Jakarta 2 Universitas Mercu Buana, Jalan Meruya Selatan Jakarta E-mail : 1 strawberryouji@gmail.com, 2 rifqi.muhammad@id.panasonic.com, 3 rusdah@budiluhur.ac.id Abstract - The adverse impact of late delivery of orders to consumers will in addition affect the level of trust is also adversely affecting financially to the losses to be received by the company. Optimizing the use of technology in this case by using SMS (short message service) is one form of efforts to minimize problems that occur. Unfortunately not all companies optimize the technology to help improve the performance of a company, for example PT XYZ which is a multi-national company where the product is produced not only for domestic consumption but to foreign countries. Contributed in using SMS technology that helps every problem that occurs either on the problem of sending / receiving data through EDI (Electronic Data Interchange) can be quickly known and taken action by person who has responsibility to the problem. Keywords² Technology, Optimization, SMS, Performance, EDI. Abstrak - Dampak buruk keterlambatan pengiriman barang pesanan kepada konsumen selain akan mempengaruhi tingkat kepercayaan juga berdampak buruk secara finansial kepada kerugian yang akan diterima oleh perusahaan. Pengoptimalan penggunaan teknologi dalam hal ini dengan menggunakan SMS(short message service) merupakan salah satu bentuk dari upaya untuk meminimalisir problem yang terjadi. Sayangnya tidak semua perusahaan mengoptimalkan teknologi tersebut untuk membantu meningkatkan kinerja dari suatu perusahaan, sebagai contoh PT XYZ yang merupakan perusahaan multi nasional dimana produk yang dihasilkan tidak saja untuk konsumsi dalam negeri namun kepada luar negeri. Kontribusi yang di dapat dengan menggunakan teknologi SMS yaitu membantu setiap masalah yang terjadi baik pada masalah pengiriman/penerimaan data melalui EDI (Electronic Data Interchange) dapat dengan cepat di ketahui dan diambil tindakan oleh orang yang mempunyai tanggung jawab terhadap masalah tersebut. Kata Kunci² Teknologi, Optimalisasi, SMS, Kinerja, EDI. I. PENDAHULUAN Setiap perusahaan pastinya akan berusaha dan menjaga kredibilitas perusahaan dimata konsumen dengan beberapa cara, salah satu cara menjaga kepercayaan konsumen dengan melakukan setiap pengiriman produksi yang di pesan oleh konsumen dapat dengan tepat waktu sampai kepada pihak pemesan, salah satu media yang digunakan adalah menggunakan EDI (Electronic Data Interchange) metode ini digunakan untuk saling bertukar data bisnis atau transaksi secara elektronik melalui jaringan komputer. namun pada pelaksanaannya tidak selalu berjalan sesuai dengan yang diharapkan, banyak faktor-faktor yang mempengaruhi pengiriman/penerimaan data informasi melalui EDI ( Electronic Data Interchange) masalah yang terjadi bisa diakibatkan oleh data yang dikirimkan tidak sesuai/memenuhi syarat dari format yang sudah ditetapkan, juga bisa jadi karena adanya faktor jaringan network itu sendiri, yang tentunya akan merugikan kedua belah pihak, sebagai contoh kegagalan yang diakibatkan oleh rusaknya socket, data tidak terdeteksi, faktor hujan yang mempengaruhi sinyal pengiriman/penerimaan data, seperti yang terjadi pada PT XYZ, maupun beberapa faktor lainnya. Terjadinya gagal pengiriman/penerimaan hanya di simpan dalam log system sehingga penanganan masalah tersebut akan memakan waktu lama untuk segera di atasi. Semakin lama proses pengecekan tersebut maka akan berdampak pula dengan mundurnya jadwal pengiriman barang ke konsumen dan akan membebankan proses produksi lainnya. Kasus yang terjadi pada PT XYZ yang menerapkan aturan main (rule) jika terjadi masalah pada sisterm sebagai berikut : operator akan menginformasikan jika sistem tiba-tiba tidak dapat dioperasikan seperti biasanya, ada indikasi error pada sistem dengan munculnya alert atau peringatan pada sistem yang digunakan. Operator akan menginformasikannya kepada leader/supervisornya masing-masing, leader akan melakukan pengecekan dengan membandingkan dari area yang bermasalah dengan area lainnya, jika terjadi kesamaan masalah barulah pihak leader akan menghubungi pihak IT (Information Technology) salah