Copyright © 2020 ARCADE:This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License[CC BY SA] 292 Jurnal Arsitektur ARCADE: Vol. 4 No.3, November 2020 RELASI JEJARING AKTOR MASYARAKAT SUKU BUGIS SOPPENG DALAM TRADISI MENDIRIKAN RUMAH (MAPPATETTONG BOLA) Asta Juliarman Hatta 1 , Agus S. Ekomadyo 2 1 Prodi Magister Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi Bandung 2 Kelompok Kealian Perancangan Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi Bandung E-mail: astajuliarmanhatta@gmail.com, ekomadyo@ar.itb.ac.id Abstract: Every process and stage in phase of constructing of Indonesia’s vernacular architecture is required the role and contribution of individual or several actors so that procession of house construction can be built due to purposes. According to traditions and beliefs of the Bugis community, there are several actors who have different roles and responsibilities during the process of establishing a Buginese-house. This research aims to explore the influence of the actors’ role who are involved in the process of constructing a traditional Bugis house. Correlation and impact of one actor's involvement with other actors will be reviewed based on the perspective of the Actor Network Theory (ANT) by using descriptive qualitative method. The results revealed that there are 4 stages in the process of building Buginese-house namely the process of constructing a house frame (Mattibang Bola), the process of marking the center of the house (possi bola), the ritual of reading thanksgiving prayer (barzanji), and the process of establishing a house frame (Mappatettong Bola). Founded, Sanro Bola and Panre Bola, namely traditional leaders who have a mandate in the tradition of building houses, are actors who act as controlling actors and are very influential in maintaining the stability of a network in the process of building Buginese-house. Learning from the tradition of building a Buginese-house, the existence of traditional leaders is important, because it has a tradition-based on knowledge base, and this has become a mandate in regulating other actors in working. Keyword: Building Tradition, Buginese-house, Network of Actors Abstrak: Setiap proses dan tahapan mendirikan rumah tradisional di Indonesia diperlukan peran dan kontribusi beberapa pelaku atau aktor agar prosesi pendirian rumah dapat dilaksanakan dengan baik. Dalam tradisi membangun rumah pada masyarakat Bugis, beberapa aktor mempunyai peran dan tanggung jawab yang berbeda selama proses pendirian rumah adat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh peran aktor-aktor yang terlibat dalam proses pendirian rumah tradisional Bugis. Hubungan dan pengaruh keterlibatan antar aktor yang satu dengan aktor yang lainnya akan ditinjau berdasarkan perspektif Actor Network Theory (ANT). Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 tahapan dalam proses mendirikan rumah Bugis yaitu proses menyusun kerangka rumah (Mattibang Bola), proses penandaan tiang pusat rumah (possi bola), ritual pembacaan doa syukur (barzanji), dan proses mendirikan kerangka rumah (Mappatettong Bola). Ditemukan, aktor Sanro Bola dan Panre Bola, yaitu para tokoh adat yang mendapatkan mandat dalam tradisi membangun rumah, merupakan aktor yang berperan sebagai aktor pengendali dan sangat bepengaruh dalam menjaga stabilnya suatu jaringan dalam proses pembangunan rumah Bugis. Belajar dari tradisi membangun rumah Bugis, keberadaan tokoh adat menjadi penting, karena mempunyai basis pengetahuan berbasis tradisi, dan ini menjadi mandat dalam mengatur pelaku-pelaku lain dalam bekerja. Kata Kunci: Jaringan Aktor, Tradisi Mendirikan Rumah, Rumah Bugis PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dengan persebaran rumah tradisional yang beragam (Arimbi, 2017). Rumah-rumah tradisional merupakan warisan berupa kekayaan arsitektur yang telah dijaga dan dipertahankan secara turun temurun oleh suatu kelompok masyarakat (Rosyadi, 2015). Tradisi budaya membangun rumah yang masih dipertahankan oleh masyarakat tradisional membuat rumah-rumah tradisional yang ada di Indonesia masih bertahan hingga kini. Keberlanjutan tradisi tersebut dipengaruhi oleh orang-orang yang masih menjaga warisan adat suatu masyarakat. Keterlibatan tokoh penting seperti ketua adat maupun kepala suku mempunyai peran dan keahlian yang dipercaya oleh kelompok Informasi Naskah: Diterima: 04 Maret 2020 Direvisi: 5 Agustus 2020 Disetujui terbit: 10 September 2020 Diterbitkan: Cetak: 29 November 2020 Online 15 November 2020