Fatima/ Implemantasi Pembelajaran Kurikulum 2013 Berbasis Multimedia Interaktif pada Pokok Bahasan Listrik Magnet terhadap Hasil Belajar Peserta Didik di SMA Tut Wuri Handayani Makassar Jurnal Fisika Indonesia No: 53, Vol XVIII, Edisi Agustus 2014 ISSN : 1410-2994 Implemantasi Pembelajaran Kurikulum 2013 Berbasis Multimedia Interaktif pada Pokok Bahasan Listrik Magnet terhadap Aktivitas, Persepsi, dan Hasil Belajar Peserta Didik di SMA Tut Wuri Handayani Makassar Fatima, Irfan Yusuf, Hartono Bancong Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas Muhammadiyah Makassar fatima_1301@yahoo.co.id Abstrak – Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik multimedia interaktif berdasarkan Kurikulum 2013, akivitas, persepsi, dan hasil belajar Fisika peserta didik pada pokok bahasan listrik dan magnet. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XII IPA SMA Tut Wuri Handayani Makassar yang berjumlah 18 orang. Penelitian ini menggunakan pre ekperimental design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif materi listrik magnet diperoleh hasil valid dan reliabel, perangkat pembelajaran Kurikulum 2013 berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dibuat diperoleh hasil yang valid dan reliabel. Akivitas peserta didik di atas 80 %, hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan mampu mengaktifkan peserta didik. Persepsi peserta didik setelah dilakukan pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada pokok bahasan listrik magnet di atas 80 %, hal ini menunjukkan bahwa peserta didik mengikuti dengan dengan baik pembelajaran yang dilakukan. Hasil belajar peserta didik setelah dilakukan pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada pokok bahasan listrik magnet berada pada katagori baik. Kata Kunci: Aktivitas Peserta Didik, Persepsi Peserta Didik, Kurikulum 2013, Listrik Magnet, Multimedia Interaktif Abstract – A research has been conducted to know the characteristics of interactive multimedia based on Curriculum 2013, learners’ activity, students’ perception and the students’ achievement in learning electricity and magnetism. The sample of the research was 18 students of class XII IPA of SMA Tut Wuri Handayani Makassar. This research was pre- experimental design. The result of the research showed that interactive multimedia material of electricity and magnetism is valid and reliable. Teachers’ Lesson Plan (RPP) and Students’ Work Sheet (Lembar Kerja Peserta Didik) based on Curriculum 2013 showed us a good result of the students’ achievement. Learners’ Activity is above 80 % indicating that learning was able to activate the learnes. The students’ perception in learning electricity and magnetism trough Interactive Multimedia was above 80 % indicating that the students following the learning process well. The students’ achievement in learning electricity and magnetism through Interactive Multimedia was categorized as good. Key Words: Learners’ Activity, Students’ Perception, Curriculum 2013, Magnetic Electricity, Interactive Multimedia I. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi dan informasi (TIK) di abad 21 sekarang ini, menjadikan komputer sebagai salah satu kebutuhan primer manusia dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu bagian yang berkembang pesat adalah teknologi multimedia. Multimedia merupakan salah satu konsep dari teknologi yang dikemas dalam berbagai bentuk teks, suara, gambar, dan animasi yang dapat dimodifikasi sedemikian rupa sehingga tampak lebih menarik, interaktif, dan lebih bersifat edukatif. Hasil belajar peserta didik dapat dioptimalkan dengan upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang telah direvisi melalui Kurikulum 2013 yang mengacu pada standar nasional pendidikan bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan efektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Perubahan tersebut harus diikuti oleh guru yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan pembelajaran di sekolah. Hal ini karena peranan guru sebagai fasilitator yang membantu peserta didik dalam memecahkan masalah dalam proses pembelajaran. Sejalan dengan perkembangan fisika di abad 21 sekarang ini, menjadikan Fisika sebagai salah satu mata pelajaran yang tidak hanya terpaku pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) saja, akan tetapi, mencakup ranah arsitektur, teknologi, elektronik, dan sebagainya. Namun, salah satu masalah dalam pembelajaran fisika adalah rendahnya kualitas pembelajaran yang berdampak pada hasil belajar peserta didik yang tidak mencapai standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kualitas proses dan hasil belajar fisika ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya adalah sarana laboratorium. Kegiatan laboratorium merupakan hal penting dalam pembelajaran fisika, ini disebabkan agar peserta didik memiliki pengalaman yang lebih bermakna dalam proses pembelajaran yang dialaminya. Keberhasilan kegiatan laboratorium ditentukan oleh sumber daya yang mencakup bahan dan peralatan, ruang, 62