Building of Informatics, Technology and Science (BITS)
Volume 3, No 3, Desember 2021 Page: 361−368
ISSN 2684-8910 (media cetak)
ISSN 2685-3310 (media online)
DOI 10.47065/bits.v3i3.1104
Nur Rochmah Dyah Puji Astuti, Copyright © 2021, BITS | Page 361
Pengembangan Sistem Mata Kuliah Manajemen Proyek Teknologi
Informasi dengan Metode Agile
Nur Rochmah Dyah Puji Astuti
*
, Nuril Anwar, Muhammad Bayu Aji Sakirno
Fakultas Teknologi Industri, Informatika, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia
Email:
1,*
rochmahdyah@tif.uad.ac.id,
2.
nuril.anwar@tif.uad.ac.id
Email Penulis Korespondensi: rochmahdyah@tif.uad.ac.id
Submitted: 20/12/2021; Accepted: 28/12/2021; Published: 31/12/2021
Abstrak−Mata kuliah berkarya di Teknik Informatika Universitas Ahmad Dahlan merupakan mata kuliah yang bertujuan
mahasiswa terjun langsung atau memperoleh proyek yang berhubungan dengan pengembangan teknologi. Salah satu mata kuliah
berkarya yang wajib di tempuh oleh mahasiswa di semester 6 adalah Manajemen Proyek Teknologi Informasi (MPTI), dimana
matakuliah tersebut dilakukan secara berkelompok. Pengolahan nilai akhir dari mata kuliah MPTI dari 3 komponen yaitu Dosen
pembimbing, dosen penguji dan pembimbing industri (mitra). Karena komponen nilai dari berbagai sumber maka diperlukan sistem
untuk mengolah semua proses dari pendaftaran sampai pengolahan nilai akhir. Metode Pengembangan agile merupakan metode
pengembangan yang mengedepankan masukan dari mitra sebagai pengguna, selain itu metode agile memiliki kelebihan antara lain
cepat, adaptif, iteratif. Model yagn dipakai dalam pengambangan sistem dalam agile adalah Dynamic Systems Development
Method. Pengambilan data dilakukan dengan studi literature, observasi, dan wawancara. Tahap pengembangan sistem dengan
menggunakan model iterative meliputi tahap analisis kebutuhan, tahap desain, tahap implementasi, tahap pengujian, dan tahap
evaluasi. Implementasi dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan framework Laravel. Pengujian dilakukan black box
test. Hasil dari penelitian dihasilkan sebuah sistem informasi dan dilakukan pengujian. Pengujian yang dilakukan menggunakan
black box test yang menghasilkan 82.76%.
Kata Kunci: Sistem Manajemen Proyek Teknologi Informasi; Metode Agile; Dynamic Systems Development Method
Abstract−The work course at Ahmad Dahlan University's Informatics Engineering is a course that aims for students to go directly
or get projects related to technology development. One of the creative courses that students must take in semester 6 is Information
Technology Project Management (MPTI), where the course is conducted in groups. Processing of final grades from MPTI courses
from 3 components, namely supervisors, examiners and industry supervisors (partners). Because the value components are from
various sources, a system is needed to process all processes from registration to processing the final value. The agile development
method is a development method that prioritizes input from partners as users, besides that the agile method has advantages including
fast, adaptive, iterative. The model used in system development in agile is the Dynamic Systems Development Method. Data
collection was done by literature study, observation, and interviews. The system development stage using an iterative model
includes the needs analysis stage, the design stage, the implementation stage, the testing stage, and the evaluation stage.
Implementation using the PHP programming language and the Laravel framework. Testing is done black box test. The results of
the research produced an information system and tested. Tests carried out using a black box test which resulted in 82,76%.
Keywords: Information Technology Project Management System; Agile Method; Dynamic Systems Development Method
1. PENDAHULUAN
Menurut O’Brien sistem informasi merupakan kombinasi teratur apapun dari orang-orang, hardware, software,
jaringan komunikasi, dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam
sebuah organisasi [1]. Sementara menurut pendapat Turban sistem informasi adalah proses yang menjalankan fungsi
mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan dan menyebarkan informasi untuk tujuan tertentu[2].
Sementara menurut Laudon sistem informasi dapat didefinisikan secara teknis sebagai suatu komponen yang saling
berhubungan yang mengumpulkan (atau mendapatkan-kembali), memproses, menyimpan, dan mendistribusikan
informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan kendali dalam suatu organisasi [3].
Efek dari semakin terbukanya aktivitas menggunakan teknologi informasi maka banyak kejahatan yang dapat
terjadi. Aspek penting yang dibutuhkan system adalah proteksi atau keamanan dari pengaksesan dan perusakan data
yang dapat dilakukan oleh peengguna yang tidak bertanggunjawab. Sehingga pengelolaan keamanan sebuah system
harus diperhatikan untuk memastikan dan meyakinkan bahwa sisi integritas, ketersediaan dan kerahasiaan terpenuhi
sejak system dibangun[4]. Salah satu level keamanan yang dibutuhkan system yang berbasis database adalah
pembatasan hak akses pengguna menggunakan konsep database multilevel user [5].
Kurikulum di Program Studi Teknik Informatika mewajibkan mahasiswa untuk menggambil mata kuliah
manajemen proyek teknologi informasi. Pada mata kuliah ini mahasiswa akan dibentuk dalam satukelompok dengan
anggota minimal 5 orang dan maksimal 7 orang. Capaian pembelajaran mata kuliah ini adalah mahasiswa dapat
bekerja dalam TIM, memanaje TIM, komunikasi dengan mitra, dan mendapatkan proyek dari mitra. Dalam proses
pembelajaran MPTI melibatkan beberapa pihak diantaranya : koordinator MPTI merupakan dosen yang ditunjuk
untuk memanaje seluruh proses kegiatan pembelajarn MPTI dari proses pendaftaran, pengelompokan TIM, pemilihan
dosen pembimbing, pemilihan mitra proyek, menjadwal ujian akhir MPTI, menetukan penguji dari ujian akhir MPTI.
Dosen pembimbing merupakan dosen yang akan mendampingi setiap TIM. Dosen wali merupakan dosen yang akan
akan mengacc pengambilan mata kuliah MPTI oleh mahasiswa dalam KRS. Mitra merupakan industry atau pihak luar
yang memberikan proyek yang akan diselesaikan oleh TIM MPTI mahasiswa. Proses pendataan yang dilakukan oleh
koordinator MPTI saat ini belum menggunakan system yang berbasis database, masih sebatas menggunakan excel