J URNAL FISIKA DAN APLIKASINYA VOLUME 16, NOMOR 1, 2020 Karakterisasi Stabilitas Termal Kaolin Tatakan Kalimantan Selatan Muhammad Saukani*, 1 Izzatus Sholehah, 2 Saifullah Arief, 1 dan Sadang Husein 2 1 Program Studi Teknik Mesin, Universitas Islam Kalimantan MAB, Jl. Adhyaksa No 2 Kayu Tangi Banjarmasin, 70123 2 Program Studi Fisika, Universitas Lambung Mangkurat, Jl. A. Yani Km 36 Banjarbaru, 70712 Intisari Karakterisasi stabilitas termal kaolin Tatakan Kalimatan Selatan telah dilakukan.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh termal yang diberikan kepada lempung kaolin untuk penggunaannya sebagai bahan dasar geopolimer.Lempung kaolin yang telah dipreparasi, dikarakterisasi dengan FTIR, DSC-TGA, dan XRD. Hasil analisis DSC-TGA menunjukkan peristiwa predehidroksilasi terjadi pada suhu 50-120 ◦ C, dehidroksilasi ter- jadi rentang 430-650 ◦ C dan keadaan paling stabil teramati pada suhu 700-900 ◦ C. Suhu kalsinasi pada lempung kaolin diberikan pada suhu 650, 750, dan 850 ◦ C dengan waktu tahan 1, 3, dan 5 jam, lempung kalsinasi selanjut- nya dikarakterisasi FTIR dan XRD. Hasil FTIR menunjukkan untuk seluruh perlakukan termal telah terbentuk metakaolin yang ditandai hilangnya puncak karakteristik kaolin bilangan gelombang 3600, dan 1600 cm −1 . Perlakuan termaldengan suhu 750 ◦ C dengan waktu tahan 3 jam yang menunjukkan bahwa fasa amorf paling banyak terbentuk yang ditandai dengan terlihatnya penurunan prosentase transmintansi semakin tinggi. Hasil analisis qualitatif dari pola XRD hanya menunjukkan fasa quartz sedangkan fasa kaolinit tidak ditemukan. Hasil ini menunjukkan koherensi dengan hasil FTIR. Perlakuan termal terhadap kaolin tatakan untuk menghasilkan metakaolin reaktif sebagai aplikasi geopolimer dikalsinasi dengan suhu 750 ◦ C selama 3 jam. Abstract This research is to characterize thermal stability of Kaolin from Tatakan, South Borneo. This research have been done by discussing the thermal treatment provided for kaolin clay and it used as a geopolymer base ma- terial. The FTIR, DSC-TGA, and XRD characterize the prepared kaolin clay. The DSC-TGA analysis shows that predehydroxylation occurred at temperatures of 50-120 ◦ C. In addition, the dehydroxylation process started at 430-650 ◦ C. However, the most stable condition is at 700-900 ◦ C. Calcination temperature at kaolin clay was given at 650, 750, and 850 ◦ C with dwell time of 1, 3, and 5 hours. After that, the calcination clay had charac- terized by FTIR and XRD. The FTIR results showed that all thermal treatments of metakaolin have formed. It was marked by the loss of the characteristic peak of kaolin with wavenumbers of 3600, and 1600 cm −1 . Ther- mal treatment at a temperature of 750 ◦ C with a holding time of 3 hours showed the largest amorphous phase formed, which was characterized by a decrease in the highest percentage of transmittance. The crystalline peak of kaolin XRD data at 750 ◦ C shows that the peak of the crystalline phase of kaolinite was lost. It indicates that metakaolin has formed. Based on the results, it shows that the optimum thermal temperature that given to the kaolin Tatakan to create reactive metakaolin is 750 ◦ C for 3 hours. Keywords: Keywords: clay; geopolymer;metakaolin; XRD. *Corresponding author: saukani@uniska-bjm.ac.id http://dx.doi.org/10.12962/j24604682.v16i1.4756 2460-4682 c Departemen Fisika, FSAD-ITS I. PENDAHULUAN Lempung adalah material dasar yang banyak diminati oleh para peneliti baik dari bidang sains, mineral maupun lingkungan karena karakteristik konduktivitas dan resistansi termalnya [1, 2]. Lempung kaolin (Al 2 O 3 .2SiO 2 .2H 2 O) salah satu material lempung yang memiliki komposisi hidrous alu- munium silikat dengan struktur lapisan 1:1 yang terdiri dari lembaran oktahedral Al 3+ sebagai kation oktahedral dan SiO 4 sebagai unit dasar [3]. Deposit bahan dasar kaolin di Kali- mantan Selatan mencapai 31.123.773 ton, hasil analisis pola XRD dengan metode Rietveld dihasilkan fasa kaolinit sebesar fasa kaolinit Al 2 Si 2 O 5 (OH) 4 sebesar 94,6% [4]. Lempung kaolin banyak dimanfaatkan dalam bidang kon- struksi, industri keramik dan bahan kosmetik [5]. Selain ap- likasi tersebut lempung kaolin juga dimanfaatkan sebagai ba- han dasar geopolimer yang dapat diaplikasikan secara spesifik sebagai material binder pengganti semen portland [6, 7], bata tahan api [8], serta kabin tahan api pada pesawat terbang [9]. Kaolin yang diaplikasikan sebagai bahan geopolymer adalah kaolin yang terdihedroksilasi menjadi metakaolin. Transformasi kaolin menjadi metakaolin dilakukan dengan berbagai suhu dan waktu tahan, tergantung komposisi kimia