Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan https://ejournal.unimugo.ac.id Edisi Khusus COVID-19 Vol. 17 No 3 2021, Hal. 198-207 P-ISSN 1858-0696 DOI: 10.26753/jikk.v17i3.625 E-ISSN 2598-9855 198 MODEL KEPERCAYAAN KESEHATAN (HEALTH BELIEF MODEL) MASYARAKAT PADA PELAKSANAAN VAKSIN COVID-19 Nurul Laili, S.Kep.Ns.,M.Kep, Wahyu Tanoto, S.Kep.Ns.,M.Kep Prodi D3 Keperawatan, STIKES Karya Husada Kediri e-mail: nurullaili230279@gmail.com Abstract Keywords: model kepercayaan kesehatan, vaksin Covid-19 Pelaksanaan vaksin Covid-19 sebagai bentuk upaya pemerintah mengendalikan jumlah penularan Covid-19 dengan memberikan kekebalan secara masal pada masyarakat. Keberhasilan program vaksinasi Covid-19 dipengaruhi oleh persepsi dan keinginan individu untuk melakukan tindakan pencegahan penularan. Persepsi individu dalam memilih melakukan atau tidak melakukan tindakan pencegahan kesehatan dapat dikaji melalui health belief model yang berfokus pada sikap dan keyakinan individu. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian menggunakan deskriptif analitik, teknik pengambilan data yang digunakan yaitu purposive sampling. Peneliti mengambil sampel di wilayah Kecamatan Pare sesuai kriteria penelitian sebanyak 150 responden. Variabel penelitian yaitu model kepercayaan kesehatan (health belief model) masyarakat pada pelaksanaan vaksin Covid-19. Pengukuran menggunakan kuesioner yang dikembangkan dari beberapa evidence based. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar reponden mempunyai persepsi kerentanan dan persepsi hambatan positif pada usia 41-50 tahun, hampir seluruh responden memiliki persepsi keseriusan dan persepsi manfaat positif pada usia 20-30 tahun. Hampir seluruh responden berjenis kelamin laki laki mempunyai persepsi manfaat positif pada pelaksanaan vaksin Covid-19. Hampir seluruh responden memiliki persepsi keseriusan positif dengan tingkat pendidikan yang tinggi (PT) dan pekerjaan sebagai PNS. Keikutsertaan responden dalam program vaksin, hampir seluruh responden memiliki persepsi manfaat yang positif. Persepsi mempengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan, salah satunya dalam bidang kesehatan. Seseorang yang mendapatkan informasi yang tepat, menilai kondisi dan situasi yang mengancam kesehatannya, akan membentuk prilaku yang mengarah pada upaya pencegahan dan pengobatan. Perilaku kesehatan dibentuk oleh keinginan seseorang untuk menghindari penyakit. Persepsi terhadap masalah kesehatan dipengaruhi oleh faktor demografi dan psikologi. Latar belakang usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi, pendidikan, berkontribusi pada seseorang untuk memahami situasi dan kondisi. Diharapkan masyarakat memahami masalah kesehatan melalui pendekatan karakteristik individu oleh petugas dan sistem pelayanan kesehatan