SEMINAR NASIONAL TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI TERAPAN 2013 (SEMANTIK 2013) ISBN: 979-26-0266-6 Semarang, 16 November 2013 340 Perancangan Enose sebagai Alat Uji Cepat Mutu Beras Aromatik Sari Wijayanti 1 , Etika Kartikadarma 2 , Sari Ayu Wulandari 3 1,2 Prodi Teknik Informatika – Fakultas Ilmu Komputer – Universitas Dian Nuswantoro Semarang E-mail : sari.wijayanti@dsn.dinus.ac.id , etika@dsn.dinus.ac.id 3 Prodi Tekik Elektro – Fakultas Teknik – Universitas Dian Nuswantoro Semarang Email : sariayukudus@yahoo.com ABSTRAK Telah dibuat sistem olfaktori elektronik atau electronic nose (enose) sebagai instrumen elektronik handal dan cerdas untuk analisis kimia berdasarkan aroma. Sementara target dari penelitian ini adalah terkait dengan kemampuan dan kemandirian tim peneliti di Universitas Dian Nuswantoro dalam membuat komponen enose dengan bahan dan performa berkualitas tinggi untuk menekan harga yang seharusnya diimpor seperti pompa mikro dan komponen elektromekanik. Motivasi dilakukannya penelitian adalah untuk menyediakan instrumen kendali mutu dengan kemampuan sangat memadai, harga terjangkau dan dapat diterapkan pada industri kecil (UKM) sehingga meningkatkan daya saing produknya. Diharapkan bahwa enose ini dapat digunakan sebagai salah satu instrumen uji mutu sesuai Strandar Nasional Indonesia. Enose saat ini merupakan penyempurnaan dari generasi sebelumnya yang mencakup bagian larik sensor (terdiri atas larik berbagai macam sensor gas oksida logam (metal-oxide)), sistem penanganan aroma (odor handling dan delivery system), mikroSD, sistem ekstraksi ciri, sistem pengenal pola dan sistem klasifikasi. Dengan semakin banyaknya sensor yang dipakai dalam enose, maka pembentukan pola akan semakin presisi sehingga diharapkan performa sistem pengenal dan klasifikasi pola pada generasi ini juga semakin baik. Dari segi harga, enose akan sangat bersaing jika dibandingkan dengan enose komersial di pasar internasional Kata kunci : enose, ekstraksi ciri, klasifikasi 1. PENDAHULUAN Salah satu kekayaan alam Indonesia adalah keanekaragaman tanaman tropika. Padi aromatik merupakan bagian kecil yang istimewa dari kelompok padi karena memiliki mutu beras yang baik. Beras-beras aromatik berbeda dari beras-beras biasa dalam hal kualitas sensori aromanya, perbedaannya yaitu aroma wangi dan karakteristik kualitas beras [1]. Beras aromatik sangat disukai oleh konsumen karena aromanya yang wangi dan tekstur nasi yang pulen. Tetapi mempunyai harga yang cukup tinggi. Persyaratan kualitatif mutu beras yang ditentukan oleh Bulog secara subjektif yang meliputi aroma, suhu, hama penyakit dan bahan kimia. Persyaratan tersebut tidak dapat ditentukan dalam satu stuan, tetapi dinyatakan dengan membandingan terhadap contoh. Aroma beras yang tidak disenangi adalah bau apek dan bau alkoholik. Aroma apek terutama disebabkan oleh hasil fermentasi gula [2]. Laboratorium Flavor Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) selama ini dijadikan pusat penelitian padi sebagai tempat menganalisis flavor (aroma) dan sensori (organoleptik) beras serta komoditas pertanian lainnya. Pengujian aroma yang dilakukan melalui Laboratorium Flavor BB Padi selain membutuhkan waktu yang lama dan harga yang tidak murah tentunya. Harapan baru sebagai alternative sebagai instrument uji bahan baku yang cepat namun cukup akurat adalah electronic nose (selanjutnya disingkat enose) [3]. Dengan enose, mutu beras dapat diuji berdasarkan aromanya. Cara kerja enose sebenarnya menirukan cara kerja human panel sistem menggunakan indera penciuman manusia yang terlatih atau expert. Bagian utama dari enose terdiri dari larik sensor gas, sistem akuisisi data dan sistem pengenal pola. Sebagai gambaran, aplikasi dari enose sangat luas mencakup bidang medis [3][4], dapat juga untuk pengamatan secara real time proses pemasakan tomat berdasarkan aroma tomat juga berhasil diterapkan oleh Gomez [5]. Begitu potensialnya aplikasi enose, maka penelitian ini adalah sangat urgen dan penting untuk dilakukan di Indonesia. 2. KAJIAN PUSTAKA Pada tahun 2003 sedikitnya ada 17 perusahaan besar yang memproduksi dan memasarkan enose di seluruh dunia [2]. [5] dalam makalah reviewnya mengemukakan aplikasi sistem olfaktori dalam bidang medis. Dalam uraiannya, enose cenderung berfungsi sebagai diagnosis dini beberapa penyakit seperti kanker paru-paru dan melanoma. Hal ini senada dengan hasil kajian [6], yakni aplikasi enose untuk deteksi dini kanker paru-paru. Prinsip kerja dari enose dalam hal ini adalah pada analisis pernafasan pasien (exhaled breath analysis).