467 Media Pembelajaran Smart Egg dalam Mengenalkan Sains Anak Usia Dini Ni Putu Vivin Indrawati 1 , Achmad Rasyad 2 , Alif Mudiono 3 1 Pendidikan Anak Usia Dini-Universitas Negeri Malang 2 Pendidikan Luar Sekolah-Universitas Negeri Malang 3 Keguruan Sekolah Dasar dan Prasekolah-Universitas Negeri Malang INFO ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Diterima: 15-10-2020 Disetujui: 23-03-2021 Abstract: Early childhood thinking that is still concrete causes all forms of learning activities using real objects. Developing smart egg learning media in introducing science to children aged 4—5 years at the Malang Brawijaya Smart School Children Center is the aim of this research and development. This research uses a model approach to the system designed and developed by Dick & Carey through 10 steps that have been adapted to the conditions in the field. In this development research, it obtained results in the form of smart egg learning media products and implementation guidelines which were utilized by institutions providing early childhood education in introducing science. Abstrak: Pemikiran anak usia dini yang masih konkret menyebabkan segala bentuk kegiatan pembelajaran menggunakan benda-benda nyata. Mengembangkan media pembelajaran smart egg dalam mengenalkan sains anak usia 4—5 tahun di Children Center Brawijaya Smart School Kota Malang merupakan tujuan dari penelitian dan pengembangan ini. Penelitian ini menggunakan model pendekatan dengan sistem yang dirangcang dan dikembangkan oleh Dick & Carey melalui 10 langkah yang telah disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Dalam penelitian pengembangan ini memperoleh hasil berupa produk media pembelajaran smart egg dan panduan implementasi yang dimanfaatkan oleh lembaga penyelenggara pendidikan anak usia dini dalam mengenalkan sains. Kata kunci: learning media; smart eggs; early childhood; media pembelajaran; smart egg; anak usia dini Alamat Korespondensi: Ni Putu Vivin Indrawati Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang E-mail: indrawativivin23@gmail.com Proses pembelajaran yang diharapkan saat ini mengharapkan pendidik memberikan ruang bagi anak usia dini untuk mengembangkan kemampuan yang ada pada diri mereka melalui berbagai penemuan dalam kegiatan belajar. Ketika pembelajaran cenderung teacher–centered akan menjadikan anak usia dini pasif melakukan kegiatan. Kegiatan pembelajaran anak usia dini membutuhkan suatu alat berupa media untuk mendukung proses belajar sehingga menjadikan anak aktif dalam kegiatan belajar serta dapat mengasah kemampuan berpikir mereka. Cara berpikir anak usia dini yang masih konkret sehingga membutuhkan media pembelajaran guna menunjang pengetahuan mereka. Media yang digunakan disesuaikan dengan tingkat capaian perkembangan anak. Berbagai macam stimulasi perlu untuk diperhatikan mengingat dapat mendukung perkembangan anak usia dini. Setiap anak usia dini perlu mendapat stimulasi rutin sedini mungkin secara bertahap dan terus menerus pada setiap kesempatan. Menurut Wiyani & Barawi menyatakan bahwa “anak yang berusia 0—6 tahun, yang berada pada tahap perkembangan awal masa kanak-kanak, yang memiliki karakteristik berpikir konkret, realisme, sederhana, animisme, sentrasi, dan memiliki banyak daya imajinasi” (Wiyani & Barawi, 2014). Pemikiran anak usia dini yang masih konkret menyebabkan segala bentuk kegiatan pembelajaran menggunakan benda-benda nyata. Kegiatan belajar pun tidak dapat dipisahkan dari lingkungan sekitar mereka. Berbagai macam kemampuan dapat dikembangkan sesuai dengan tujuan tumbuh kembang apabila anak usia dini diasuh dengan pola yang baik dan benar. Dari segala bentuk perkembangan anak usia dini, perkembangan kognitif dapat memengaruhi perkembangan lainnya. Kemampuan kognitif anak usia dini mulai dari persepsi bilangan, bentuk bilangan, huruf, macam, ukuran, pewarnaan dan sains. Pengenalan konsep science bagi anak usia dini dirasa mendapat perhatian khusus karena dapat mengasah pola berpikir anak sehingga mereka belajar menemukan solusi dari permasalahan yang hadapi. Kompetensi dasar yang harus dimiliki anak usia dini dalam bidang sains adalah mengenal rancangan sederhana dan kompetensi mekanisme science yang berhubungan dengan kejadian di lingungan sekitar. Kompetensi mekanisme science, meliputi pengamatan, pengelompokan, mencocokkan, memperkirakan, melakukan penyelidikan, dan merangkaikan sesuatu. Kompetensi mekanisme science yang belum bertumbuh Tersedia secara online http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/ EISSN: 2502-471X DOAJ-SHERPA/RoMEO-Google Scholar-IPI Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 6 Nomor: 3 Bulan Maret Tahun 2021 Halaman: 467—475