1 Saipul Hamdi -- Politik Islah KAWISTARA VOLUME 1 No. 1, 21 April 2011 Halaman 1-102 POLITIK ISLAH: RE-NEGOSIASI ISLAH, KONFLIK, DAN KEKUASAAN DALAM NAHDLATUL WATHAN DI LOMBOK TIMUR Saipul Hamdi Program Studi Manajemen Lingkungan, Jurusan Manajemen Hutan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Kalimantan Timur Email: hamdi_ugm@yahoo.com ABSTRACT This article aims to examine how islah or reconciliation was achieved by Nahdlatul Wathan’s elites. The conflict of NW in 1998 is a protracted one because the negotiation process of islah failed. Both groups did not find an appropriate point or an ideal format of islah proposal. Through long way process of negotiation, taking more than one decade, finally both group achieved an agreement of islah in May 2010. This article aims to explore the backgrounds and motivations of NW islah between both groups, as well as describe the efforts of undertaken by NW elite for conducting islah during times of conflict. This article also aims to understand what the format of islah has been achieved and how the NW maintain the continuity of islah commitment and agreement. This article is based on ethnographic research undertak- en over a period of two years (2008-2010) in East Lombok, West Nusa Tenggara. The collecting and analyzing of data was done using the qualitative method; the collection of data was done using the techniques of participant-observation, in-depth interview, and focus group discussion. Keywords: Islah, Politic, Conflict, Nahdlatul Wathan ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk menguji bagaimana islah atau rekonsiliasi dapat tercapai di kalangan elit-elit Nahdlatul Wathan. Konflik NW 1998 merupakan salah satu konflik yang berkepanjangn karena proses negosiasi islah selalu kandas di tengah jalan. Kedua kubu belum menemukan titik temu atau format yang tepat mengenai proposal islah NW. Melalui proses negosiasi yang panjang akhirnya pada bulan Mei 2010 kedua kubu NW mencapai kesepakatan untuk islah. Secara khusus artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana latar belakang dan motivasi terjadinya islah antara kedua kubu? Bagaimana upaya-upaya islah yang dilakukan selama konflik berlangsung? Selain itu artikel ini juga bertujuan untuk memahami format islah yang telah disepakati dan bagaimana mereka mempertahankan islah tersebut? Artikel ini merupakan hasil penelitian selama dua tahun (2008-2010) di Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi dengan meng- gunakan metode kualitatif untuk pengambilan dan analisa data. Sedangkan teknik pengambilan data dilakukan melalui observasi-partisipasi, wawancara mendalam, dan fokus diskusi kelompok. Kata Kunci: Islah, Politik, Konflik, Nahdlatul Wathan