103 JEMPER(Jurnal Ekonomi Manajemen Perbankan) http://jurnal.usbypkp.ac.id/index.php/jemper JEMPER (Jurnal Ekonomi Manajemen Perbankan) Volume 3 Nomor 2 Halaman 103-115 Bandung, Juli 2021 p-ISSN : 2655 - 2922 e-ISSN : 2656 632X Tanggal Masuk : 17 Juni 2021 Tanggal Revisi : 17 Juni 2021 Tanggal Diterima : 27 Juli 2021 PERAN KEBIJAKAN RASKIN TERHADAP ALOKASI PENGELUARAN KELUARGA PETANI DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN Amir Hamzah 1 Akademi Sekretari Dan Manajemen Lepisi-ASM Lepisi Tangerang fham.mmh@gmail.com Hesti Umiyati 2 Akademi Sekretari Dan Manajemen Lepisi-ASM Lepisi Tangerang hes_bakie@yahoo.co.id Abstract distribution of poor rice. In Tangerang Regency, Pasar Kemis District, Kutabumi Village, Pangodokan Village is a village that gets poor rice distribution, namely farmers. This research was conducted to obtain information about the food resilience of farming families, what is affecting farmers' food spending, as well as the contribution of poor rice programs to farming families. Case studies were used in this study. Data collection is conducted through interviews, questionnaires, and library studies. Sampling using sampling random system. Analyze the data descriptively, the percentage of food spending, and the analysis of multiple linear regressions.. The analysis showed the percentage of food expenditure before receiving poor rice distribution by 68% and after receiving by 67.87%. The figure is greater than 60%, so it can be categorized, that the food durability of farming families is low and vulnerable. Keywords: poor rice, allocation of food expenditure, food security Abstrak Program Pemerintah dalam menunjang ketahanan pangan serta proteksi kepada keluarga petani merupakan pendistribusian beras miskin. Di Kabupaten Tangerang, Kecamatan Pasar Kemis, Desa Kutabumi, Kampung Pangodokan merupakan kampung yang mendapat distribusi beras miskin, yaitu petani. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang daya tahan pangan keluarga petani, apa saja yang mempenngaruhi belanja pangan petani, serta kontribusi program beras miskin terhadap keluarga petani. Studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, kuesioner, dan studi pustaka. Pengambilan sampel menggunakan sampling random system. Analisa atas informasi secara deskriptif, persentase belanja pangan, serta analisa regresi linier berganda.. Hasil analisa menampilkan persentase belanja pangan saat sebelum menerima distribusi beras miskin sebesar 68% serta sehabis menerima sebesar 67,87%. Angka tersebut lebih besar dari 60%, sehingga bisa dikategorikan, kalau energi tahan pangan keluarga petani rendah serta rawan. Kata Kunci: Beras Miskin, Alokasi Pengeluaran Pangan, Ketahanan Pangan