1 pISSN: 2723-3472 eISSN: 0000-0000 eISSN: 2746 -1033 Volume 3, Issue 1, March 2022, pages 1-6 REKONSTRUKSI TADULAKO Civil Engineering Journal on Research and Development https://new.jurnal.untad.ac.id/index.php/renstra Pengaruh Infrastruktur Transportasi Terhadap Gross Domestic Product (GDP) Per Capita Pada Negara-Negara Anggota ASEAN M.I. Wafa a dan A. Narendra a * a Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, Semarang, Indonesia, 50229 * Corresponding author’s e-mail: alfa.narendra@mail.unnes.ac.id Received: 21 June 2021; revised: 20 July 2021; accepted: 30 July 2021 Abstract: The purpose of this study is to model the relationship between Gross Domestic Product (GDP) and transportation infrastructure in ASEAN member countries. In addition, this study also compares the data predicted by the model with actual data in Indonesia. Transportation infrastructure includes air transportation, sea transportation, and land transportation (railway). The data used is secondary data from the World Bank (World Development Indicator) 1960-2019. The analytical method used in this research is Statistical Descriptive Analysis and Multivariate Regression Analysis. The results of this study resulted in a multivariate regression model Y = 6,478 7,871(X2) + 4,875(X4) 2,390(X5) 2,27(X7) + 5,569(X8). This model produces a p-value of 2.619E-13 <0.05, which means that this model has a significance of 2.619E-13 and produces an R2 of 0.95 which means the variables X2 Air transport, passengers carried, X4 Quality of port infrastructure, X5 Container port traffic, X7 Rail lines, X8 Railways, passengers carried affect the Gross Domestic Product (GDP) per capita by 95% and the other 5% is influenced by other factors. This regression model in predicting actual data for the case of GDP in Indonesia is 120.84%, meaning that this model cannot be used to predict actual data in the case of GDP in Indonesia. Keywords: transportation, ASEAN, GDP, regresi linier multivariate Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat model hubungan antara Gross Domestic Product (GDP) dengan infrastruktur transportasi di negara-negara anggota ASEAN. Selain itu penelitian ini juga membandingkan data hasil prediksi model dengan data aktual di negara Indonesia. Infrastruktur Transportasi meliputi transportasi udara, transportasi laut, dan transportasi darat (jalur kereta api). Data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari World Bank (World Development Indicator) tahun 1960-2019. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah Analisis Deskriptif Statistik dan Analisis Regresi Multivariat. Hasil penelitian ini menghasilkan model regresi multivariat Y = 6,478 7,871(X2) + 4,875(X4) 2,390(X5) 2,27(X7) + 5,569(X8). Model ini menghasilkan nilai p-value sebesar 2,619E-13 < 0,05 yang artinya model ini berpengaruh dengan signifikasi sebesar 2,619E-13 serta menghasilkan R2 sebesar 0,95 yang artinya variabel X2 Air transport, passengers carried, X4 Quality of port infrastructure, X5 Container port traffic, X7 Rail lines, X8 Railways, passengers carried berpengaruh terhadap Gross Domestic Product (GDP) per kapita sebesar 95% dan 5% yang lainnya dipengaruhi faktor lain. Model regresi ini dalam memprediksi data aktual untuk kasus GDP di negara Indonesia adalah sebesar 120,84% artinya model ini kurang dapat digunakan dalam memprediksi data aktual pada kasus GDP di negara Indonesia. Kata kunci: transportasi, ASEAN, GDP, model regresi linier multivariat 1. Pendahuluan Pertumbuhan ekonomi merupakan kegiatan perekonomian yang menyebabkan bertambahnya barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat dan meningkatnya tingkat kemakmuran masyarakat [1-3]. Pertumbuhan ekonomi juga dapat diartikan kenaikan Gross Domestic Product (GDP) atau Gross National Product (GNP) baik terjadi perubahan dalam struktur ekonomi maupun tidak [4-5]. Mankiw juga mengemukakan bahwa salah satu indikator yang digunakan dalam pertumbuhan ekonomi makro ialah Produk Domestik Bruto atau Gross Domestic Product (GDP) [6-8]. Gross Domestic Product (GDP) per kapita merupakan suatu indikator yang digunakan untuk menilai perekonomian suatu penduduk. Produk Domestik Bruto (PDB) adalah gabungan dari seluruh produksi barang dan jasa ditambah pajak dan dikurangi subsidi yang tidak termasuk nilai produksi. PDB sering dianggap sebagai indikator terbaik dalam mengukur tingkat perekonomian suatu negara [9-10]. Infrastruktur memiliki peran penting dalam proses pertumbuhan ekonomi karena menentukan kinerja logistik suatu negara. Aktivitas dalam kinerja logistik yang mencakup transportasi dan pergudangan memerlukan infrastruktur diantaranya pelabuhan udara (airport), pelabuhan laut (seaport), jalan raya (road), jalan kereta api (railway), serta teknologi informasi dan komunikasi [11- 12]. Infrastruktur transportasi memiliki peranan untuk menghubungkan setiap wilayah, mengirimkan barang, membantu mobilitas manusia dan alokasi sumber daya sehingga proses kegiatan ekonomi dan produktivitas dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien yang kemudian akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Penjelasan di atas menunjukan bahwa terdapat keterkaitan antara sektor transportasi dalam pertumbuhan ekonomi, karena semua aktifitas ekonomi tidak terlepas dari dukungan dari sektor transportasi. Semakin lancarnya transportasi makan semakin meningkat perekonomian suatu negara. Sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan