46 Hubungan Ukuran Lingkar Kepala dengan Perkembangan Anak Usia 12 - 36 Bulan Berdasarkan Skala Denver Development Screening Test-II (DDST-II) di Posyandu RW 03 Mustika Jaya Bekasi Timur November 2016 Rahmini Shabariah 1 , Farsida 2 , Indri Parameswari 3 1,2,3 Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta rahmninishabariyah@gmail.com. farsidazaenudin@gmail.com ABSTRAK Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan pada anak ini merupakan topik global yang utama dalam pelayanan kesehatan anak secara modern. skrining perkembangan dengan menggunakan cara / alat yang telah distandarisasi seperti Denver Developmental Screening Test II (DDST-II) lebih tepat untuk penilaian perkembangan anak umur 0 sampai dengan 6 tahun. Salah satu ciri-ciri dari pertumbuhan dan perkembangan anak adalah perkembangan erat hubungannya dengan maturasi sistem susunan saraf, sehingga mengukur lingkar kepala secara berkala sangat penting karena mencerminkan ukuran dan pertumbuhan otak. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis, dengan rancangan Cross-sectional pada responden anak usia 12-36 bulan di Posyandu RW 03 Kelurahan Mustika Jaya, Bekasi Timur dengan jumlah sampel sebanyak 73 responden, yang diambil secara consecutive sampling. Berdasarkan ukuran lingkar kepala sebanyak 4.1% makrosefal, 2.7% mikrosefal dan 93.2% memiliki lingkar kepala normal. Berdasarkan kesimpulan penilaian DDST II sebanyak. 16.4% yang terdeteksi memiliki 1 atau lebih suspek pada penilaian ke 4 aspek perkembangan. Terdapat hubungan yang bermakna antara kelainan lingkaran kepala dengan motorik kasar (p=0.001), dengan motoric halus (p=0.035), perkembangan bahasa (p= 0.008), dan personal social (p=0.022) dan secara keseluruhan terdapat hubungan antara lingkaran kepala dengan perkembangan anak dengan p= 0.029 dan OR=9.83 yang berarti anak dengan kelainan lingkar kepala berisiko mengalami gangguan perkembangan 9 kali lebih besar dibandingkan yang normal. Saran dari peneliti adalah perlu diadakan penelitian lebih lanjut dengan skala lebih besar dengan waktu yang lebih panjang, untuk mengetahui diantara variabel tersebut mana aspek yang paling berpengaruh. Kata Kunci: Lingkar Kepala, Perkembangan Anak, DDST II. ABSTRACT Early detection of growth and development deviations in children is a major global topic in modern child health services. developmental methods using standardized means/tools such as the Denver Developmental Screening Test II (DDST-II) are more appropriate for assessing the development of children aged 0 to 6 years. One characteristic of child growth and development is that development is closely related to the maturation of the nervous system, so that measuring head circumference regularly is very important because it reflects the size and growth of the brain. This study is descriptive analysis, with a cross-sectional design on respondents of children aged 12-36 months in Posyandu RW 03 Mustika Jaya Village, East Bekasi with a total sample of 73 respondents, who were taken by consecutive sampling. Based on the size of the head circumference as much as 4.1% macrocephal, 2.7% microcephaly and 93.2% had normal head circumference. Based on the conclusion of DDST II evaluation as much as. 16.4% of those detected have one or more suspects in the assessment of 4 aspects of development. There was a significant relationship between head circle abnormalities and gross motoric (p = 0.001), fine motoric (p = 0.035), language development (p = 0.008), and social personal (p = 0.022) and overall there was a relationship between head circles with the development of children with p = 0.029 and OR = 9.83 which means children with head circumference disorders are at risk of developing developmental disorders 9 times greater than normal. Suggestions from researchers is that further research is needed with a larger scale with a longer time, to find out which of these variables is the most influential aspect. Keywords: Head Circumference, Development of Child, DDST II